Wabup Kubar: Bangun Kebun Tanpa Jalan Keluar Itu Sulit

  • 21 Jan 2026 06:43 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, menegaskan, pengembangan sektor pertanian dan perkebunan di wilayah pedalaman mustahil berhasil tanpa dukungan infrastruktur jalan yang memadai. Menurutnya, pembukaan lahan sawit maupun karet akan menjadi sia-sia jika petani tidak memiliki akses untuk mendistribusikan hasil bumi mereka ke pasar.

"Membangun sawit atau karet di pedalaman, tapi tidak ada jalan keluarnya, itu juga masih sangat sulit. Oleh sebab itu, pengembangan lahan dan pembangunan infrastruktur harus berjalan berbarengan," ujar Nanang Adriani dalam Forum Diskusi RKPD di Sendawar, Senin, 19 Januari 2026.

BACA JUGA:

Kurangi Ketergantungan Tambang, Wabup Kubar Dorong Kembangkan Sektor Pertanian

Pernyataan ini muncul sebagai respons atas hambatan logistik yang sering dihadapi petani mandiri di Kutai Barat. Wabup menilai, perencanaan sektor pertanian harus terintegrasi secara lintas sektoral agar investasi waktu dan tenaga masyarakat dalam menanam tidak terbuang percuma karena kendala akses transportasi.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kutai Barat, Stepanus Alexander Samson, mengamini bahwa konektivitas adalah kunci kesejahteraan petani. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi dengan dinas terkait infrastruktur jalan menjadi syarat mutlak dalam memperluas jangkauan sawit rakyat.

"Terus terang, kalau kami membangun kebun sawit tetapi tidak ada jalan tembusnya, tentu sangat sulit bagi petani mandiri untuk memasarkan produknya. Infrastruktur harus menjadi atensi utama agar hasil panen bisa keluar dengan ongkos angkut yang efisien," kata Stepanus.

BACA JUGA:

Bappeda Kubar Ungkap Lima Masalah Prioritas Pemerintah 2027

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat saat ini tengah memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan kampung dan akses produksi sebagai bagian dari tema RKPD Kabupaten Kutai Barat yang berfokus pada stabilitas ekonomi berbasis agroindustri.

Dengan adanya jalan tembus ke sentra-sentra produksi, diharapkan komoditas unggulan seperti sawit, karet, hingga kopi tidak hanya berhenti di kebun, tetapi mampu melompat menjadi motor penggerak ekonomi yang meningkatkan pendapatan asli kampung secara signifikan.

Rekomendasi Berita