Pedagang Ayam Bertahan di Tengah Penurunan Penjualan

  • 17 Jan 2026 07:43 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Kenaikan harga daging ayam potong berdampak langsung terhadap pendapatan pedagang di Pasar Nala, Kecamatan Linggang Bigung, Kutai Barat (Kubar). Sepinya pembeli membuat pedagang harus menyesuaikan jumlah penjualan agar tidak mengalami kerugian.

Salah seorang pedagang ayam potong, Romilah, mengatakan omzet penjualan menurun dalam beberapa pekan terakhir. Ia menyebut daya beli masyarakat yang melemah menyebabkan ayam potong tidak selalu habis terjual setiap hari.

Romilah ucap, kondisi pasar saat ini berbeda dibandingkan hari normal. Jika sebelumnya penjualan ayam bisa mencapai puluhan ekor per hari, kini jumlah tersebut terus menurun seiring berkurangnya pembeli yang datang ke pasar.

Menurutnya, untuk mengantisipasi kerugian, pedagang terpaksa mengurangi jumlah ayam yang dipotong setiap hari.

“Biasanya saya potong sekitar 50 ekor, sekarang paling 25 ekor, bahkan kadang hanya 15 ekor,” ujar Romilah, Sabtu 17 Januari 2026.

Ia menambahkan, ayam yang tidak habis terjual terpaksa disimpan di dalam freezer agar tidak terbuang. Meski demikian, cara tersebut tetap tidak sepenuhnya menutup kerugian akibat menurunnya penjualan.

Romilah yang telah menekuni usaha jual beli ayam potong selama 15 tahun mengatakan berbagai strategi usaha sudah dicoba untuk bertahan. Namun, kondisi pasar yang belum stabil membuat hasil penjualan masih belum maksimal.

Meski menghadapi situasi sulit, Romilah memilih tetap bersyukur dan bertahan menjalani usahanya.

Selain berjualan di pasar, ia juga membuka kios di rumah yang menjual ayam, sayuran, dan sembako dengan harga tetap, sebagai upaya menjaga keberlangsungan usaha.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....