Peringati Nuzulul Quran di IKN, Ribuan Jemaah Diajak Jaga Alam dan Perdamaian

  • 08 Mar 2026 17:46 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Nusantara – Ribuan jamaah menghadiri peringatan Nuzulul Quran Nasional di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu, 7 Maret 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Al-Quran, Amanah Ekologis dan Jalan Perdamaian Dunia” ini menjadi momentum untuk mengajak masyarakat menjaga keseimbangan kehidupan, termasuk kepedulian terhadap kelestarian alam dan perdamaian.

Acara tersebut merupakan kolaborasi antara Kementerian Agama Republik Indonesia dan Otorita IKN. Selain dihadiri masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, kegiatan ini juga diikuti oleh sejumlah pejabat pemerintah dan tokoh agama.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengatakan pesan utama peringatan Nuzulul Quran kali ini adalah pentingnya keseimbangan dalam kehidupan.

“Saya kira dunia sudah sangat maju. Keseimbangan itu adalah salah satu kunci. Kami ingin memberi pesan kepada generasi muda, khususnya Gen Z, agar mampu menjalani hidup secara seimbang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan rasa syukur karena Masjid Negara IKN yang baru selesai dibangun dapat langsung dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan berskala nasional.

“Masjid yang baru selesai ini langsung kita gunakan untuk memperingati Nuzulul Quran. Terima kasih kepada Kementerian Agama yang telah menetapkan Masjid Negara IKN sebagai masjid kembar dengan Masjid Istiqlal,” kata Basuki.

Peringatan Nuzulul Quran diawali dengan kegiatan Ngabuburead yang digagas Kementerian Agama dengan tema “Seimbang Bekerja, Bijak Merawat Diri.”

Ustadz Ambia Dahlan, dalam tausiyahnya, mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental serta menyeimbangkan tanggung jawab pekerjaan dan kehidupan pribadi, khususnya bagi generasi muda di tengah dinamika kehidupan modern.

Menjelang waktu berbuka puasa, ribuan jamaah memadati Aula Masjid Negara IKN untuk mengikuti buka puasa bersama. Para jamaah disuguhi takjil khas Masjid Negara berupa Bubur Nusantara, yang menjadi simbol keberagaman dan persatuan jamaah yang datang dari berbagai daerah seperti Balikpapan, Samarinda, Penajam Paser Utara, dan wilayah lainnya di Kalimantan Timur.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Imranul Karim, Juara 1 Tilawah MTQ Internasional Bangladesh 2025, disertai saritilawah oleh Maulidia. Hikmah Nuzulul Quran disampaikan oleh Prof. Dr. H.M. Darwis Hude, Guru Besar Universitas PTIQ Jakarta.

Dalam tausiyahnya, Prof. Darwis Hude menegaskan bahwa Al-Quran merupakan mukjizat yang menjadi pedoman hidup bagi umat manusia sepanjang zaman. Ia juga mengingatkan bahwa Ramadan merupakan momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kesadaran menjaga harmoni ciptaan Allah, termasuk kelestarian alam.

Salah satu jamaah, Syariffudin, warga Kabupaten Paser, mengaku bangga dapat mengikuti peringatan Nuzulul Quran di Masjid Negara IKN.

“Pelayanan di Masjid Negara sudah sangat tertib dan rapi. Kami bangga melihat kemegahan masjid ini sekaligus berbagai kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di sini,” ujarnya.

Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Negara IKN ini tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Islam, tetapi juga memperkuat peran IKN sebagai ruang perjumpaan masyarakat yang inklusif, religius, serta menjunjung nilai harmoni antara manusia, alam, dan perdamaian dunia.

Rekomendasi Berita