KONI Kubar Minta FASI Perkuat Dokumentasi TC dan Prestasi Atlet

  • 30 Sep 2026 17:10 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Barat, Alsiyus meminta Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) memperkuat dokumentasi setiap kegiatan latihan dan Training Center (TC), termasuk melalui media sosial.

Menurut Alsiyus, dokumentasi penting untuk memperkenalkan keberadaan FASI kepada masyarakat sekaligus menjadi rekam jejak perjalanan atlet dan prestasi olahraga Kutai Barat.

“Setiap kalian melakukan TC itu wajib masuk di media sosial. Harus masuk semua, supaya orang bisa melihat keberadaan FASI,” ujar Alsiyus saat meninjau latihan FASI Kutai Barat, Selasa 29 September 2026.

Ia meminta FASI memanfaatkan berbagai platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok untuk mempublikasikan kegiatan latihan, atlet, hingga prestasi yang telah diraih.

Menurutnya, publikasi bukan hanya untuk promosi, tetapi juga dapat membantu masyarakat mengenal atlet dan cabang olahraga FASI lebih dekat.

Alsiyus mencontohkan prestasi FASI Kutai Barat yang pernah menjadi juara umum di Tenggarong. Prestasi tersebut, menurutnya, perlu diperkenalkan secara lebih luas kepada masyarakat.

“Dulu di Tenggarong juara umum. Ngapain kita malu? Orang kita juara umum. Justru itu harus diperkuat promosi medianya,” katanya.

Jadi Rekam Jejak Atlet

Alsiyus mengatakan dokumentasi yang dilakukan secara konsisten juga akan menjadi rekam jejak perjalanan atlet dan pengurus FASI dari waktu ke waktu.

Menurutnya, dokumentasi tersebut dapat menjadi catatan bagi generasi berikutnya untuk mengetahui perjalanan pembinaan hingga prestasi yang telah dicapai atlet Kutai Barat.

“Nanti kalau sudah saatnya tidak bisa main lagi, minimal semuanya sudah terekam di media itu. Bagaimana tahun ini si ini jadi ketua, atletnya siapa, mereka latihan, mereka dapat juara, siapa peraih emasnya, semuanya kelihatan oleh generasi berikutnya,” ujarnya.

Selain sebagai sarana promosi, Alsiyus menilai dokumentasi diperlukan untuk mendukung pertanggungjawaban pelaksanaan program dan penggunaan anggaran pembinaan olahraga.

Ia mengingatkan setiap kegiatan TC harus memiliki bukti dokumentasi yang lengkap sehingga pelaksanaan latihan dapat ditunjukkan apabila diperlukan dalam proses pemeriksaan.

“Kalau ada pemeriksaan, BPK bisa bertanya, kalian TC atau tidak? Kalau ditanya mana buktinya, kita bisa gelagapan. Padahal kita betul-betul latihan,” ucapnya.

Karena itu, Alsiyus meminta FASI tidak hanya fokus menjalankan latihan, tetapi juga memastikan seluruh aktivitas pembinaan terdokumentasi dengan baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....