Kubar Kini Punya 30 Penerbang Berlisensi hingga Atlet Paralayang Berkelas Dunia

  • 31 Mei 2026 18:13 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Kabupaten Kutai Barat terus menunjukkan potensi besar di cabang olahraga dirgantara. Melalui Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kutai Barat, daerah ini kini memiliki 30 atlet berlisensi di nomor paralayang dan paramotor.

Bahkan salah satu atletnya, Lis Adriani telah mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia.

Ketua Umum FASI Kutai Barat, Suwanto, mengatakan pembinaan atlet dirgantara terus dilakukan sejak dirinya memimpin organisasi tersebut pada 2024. Hasilnya, saat ini FASI Kutai Barat memiliki 19 atlet paralayang berlisensi dan 11 atlet paramotor berlisensi yang seluruhnya berasal dari Kutai Barat.

“Ketika saya mulai memimpin FASI, kami membangun pembinaan dari awal. Sekarang kami sudah memiliki 19 atlet paralayang berlisensi dan 11 atlet paramotor berlisensi. Semuanya putra-putri asli Kutai Barat,” kata Suwanto, Sabtu 30 Mei 2026.

Menurutnya, lisensi menjadi syarat wajib bagi atlet yang ingin mengikuti kejuaraan resmi. Karena itu, FASI fokus menyiapkan atlet yang tidak hanya memiliki kemampuan terbang, tetapi juga memenuhi standar kompetisi yang ditetapkan organisasi olahraga dirgantara.

Selain memiliki puluhan atlet berlisensi, Kutai Barat juga memiliki atlet paralayang yang telah mencatat prestasi internasional. Atlet tersebut adalah Lis Adriana yang beberapa kali mengharumkan nama daerah dan Indonesia di ajang dunia.

Suwanto menyebut Lis Adriana merupakan salah satu aset berharga olahraga dirgantara Kutai Barat. Prestasinya menjadi bukti bahwa atlet daerah mampu bersaing di level tertinggi apabila mendapatkan pembinaan dan dukungan yang memadai.

“Kami punya atlet paralayang terbaik, Lis Adriana. Beliau pernah meraih tiga kali gelar juara dunia. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi Kutai Barat,” ujarnya.

Meski telah memiliki atlet berprestasi dunia, Suwanto menilai pembinaan harus terus dilakukan agar muncul generasi penerus yang mampu mengikuti jejak para atlet senior. Karena itu, FASI berencana memperkuat pembinaan atlet usia muda mulai tahun 2027 dengan mencari bibit-bibit baru dari berbagai wilayah di Kutai Barat.

Ia berharap program tersebut mendapat dukungan dari KONI, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta instansi terkait lainnya agar olahraga dirgantara semakin berkembang.

Menurut Suwanto, olahraga dirgantara tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata daerah. Aktivitas paralayang tandem misalnya, dapat menjadi daya tarik wisata yang mampu mendatangkan pengunjung ke Kutai Barat.

“Olahraga dirgantara memiliki dua manfaat, yaitu prestasi dan wisata. Karena itu kami berharap pembinaan atlet dan pengembangan destinasi olahraga bisa berjalan bersama,” katanya.

Dengan 30 atlet berlisensi, prestasi di tingkat provinsi, serta kehadiran atlet berkelas dunia, FASI Kutai Barat optimistis olahraga dirgantara akan terus berkembang dan menjadi salah satu cabang olahraga unggulan yang mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....