Tak Punya Paramotor dan Aeromodelling Sendiri, FASI Kubar Tetap Mampu Berprestasi
- 31 Mei 2026 21:11 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Keterbatasan sarana dan prasarana tidak menghalangi atlet Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kutai Barat untuk berprestasi. Pada Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur, atlet FASI berhasil meraih enam medali emas meski sebagian besar bertanding dengan peralatan pinjaman dan fasilitas yang terbatas.
Ketua Umum FASI Kutai Barat, Suwanto, mengungkapkan hingga saat ini organisasinya belum memiliki sejumlah peralatan utama yang dibutuhkan untuk menunjang pembinaan dan persiapan atlet. Bahkan untuk nomor paramotor dan aeromodelling, FASI masih bergantung pada bantuan serta pinjaman dari pihak lain.
“Kalau paramotor, FASI Kutai Barat belum memiliki mesin sendiri. Untuk aeromodelling juga belum punya peralatan. Saat mengikuti BK kemarin, kami menggunakan alat pinjaman dari rekan-rekan daerah lain,” kata Suwanto, Sabtu 30 Mei 2026.
Ia menjelaskan, kondisi serupa juga terjadi pada cabang paralayang. Saat ini FASI hanya memiliki satu unit paralayang milik organisasi, sementara peralatan lainnya merupakan milik pribadi para atlet.
Meski dengan keterbatasan tersebut, atlet FASI mampu tampil kompetitif dan mengharumkan nama Kutai Barat. Pada BK Porprov, FASI berhasil mengoleksi total 15 medali yang terdiri dari enam emas, lima perak, dan empat perunggu.
Enam medali emas tersebut berasal dari tiga nomor berbeda, yakni tiga emas dari paralayang, dua emas dari paramotor, dan satu emas dari aeromodelling. Hasil itu menjadikan FASI sebagai salah satu cabang olahraga penyumbang medali potensial bagi Kutai Barat menuju Porprov Paser 2026.
Menurut Suwanto, capaian tersebut membuktikan bahwa kualitas atlet Kutai Barat mampu bersaing dengan daerah lain meskipun fasilitas yang dimiliki masih jauh dari ideal.
“Kalau dengan alat pinjaman saja kami masih bisa meraih medali emas, tentu kami optimistis hasilnya bisa lebih baik lagi apabila fasilitas dan peralatan yang dibutuhkan tersedia,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan peralatan sendiri akan memberikan banyak keuntungan bagi atlet. Selain memudahkan proses latihan, atlet juga bisa lebih sering berlatih menggunakan peralatan yang sama dengan yang digunakan saat bertanding.
Dengan demikian, adaptasi terhadap alat dan peningkatan kemampuan teknis dapat dilakukan secara lebih maksimal. Hal itu diyakini akan berdampak langsung terhadap peningkatan prestasi atlet pada berbagai kejuaraan.
Selain kebutuhan peralatan, FASI juga masih menghadapi kendala terkait venue latihan yang membutuhkan pembenahan. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat atlet untuk terus berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi Porprov.
Suwanto berharap dukungan dari pemerintah daerah, KONI Kutai Barat, dan para pemangku kepentingan dapat membantu memenuhi kebutuhan sarana olahraga dirgantara yang selama ini masih terbatas.
“Kami tetap optimistis. Atlet sudah membuktikan kemampuannya. Tinggal bagaimana fasilitasnya bisa lebih diperhatikan agar prestasi yang diraih ke depan bisa semakin besar,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....