DPRD Kubar Dukung Kenaikan Bonus Atlet, Rita Asmara Dewi: Prestasi Harus Dihargai
- 24 Jun 2026 11:59 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Anggota DPRD Kutai Barat, Rita Asmara Dewi, menyatakan dukungan penuh terhadap usulan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Barat untuk menaikkan bonus bagi atlet berprestasi. Menurutnya, penghargaan yang layak menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga semangat atlet dalam berlatih dan mengharumkan nama daerah.
Rita menilai bonus bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga pengakuan atas kerja keras dan pengorbanan atlet yang telah mengharumkan nama Kutai Barat di berbagai ajang olahraga.
“Saya pribadi sangat setuju. Bonus itu penting untuk memotivasi atlet agar prestasinya semakin baik. Kerja keras mereka perlu dihargai karena di balik setiap prestasi ada latihan, pengorbanan waktu, tenaga, bahkan biaya yang tidak sedikit,” kata Rita saat mendampingi kunjungan Ketua KONI Kutai Barat, Alsiyus, ke lokasi latihan atlet di belakang GOR Desnan Sendawar, Minggu 21 Juni 2026.
Ia menegaskan perhatian pemerintah terhadap atlet harus diberikan secara berkelanjutan. Menurutnya, konsistensi pemberian bonus akan menjadi penyemangat bagi atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempertahankan loyalitas mereka kepada daerah.
“Harapan saya pemberian bonus itu berkelanjutan. Kalau hanya sekali lalu berhenti, atlet bisa kehilangan motivasi. Bahkan bukan tidak mungkin mereka memilih membela daerah lain yang lebih memperhatikan karier dan kesejahteraan mereka,” ujarnya.
Rita juga mengingatkan pentingnya memberikan ruang bagi atlet untuk berkembang. Ia tidak ingin atlet-atlet berbakat kehilangan kesempatan berprestasi hanya karena kurangnya perhatian atau kebijakan yang tidak berpihak kepada masa depan mereka.
“Kita jangan sampai mematikan karier anak-anak muda. Atlet harus diberi kesempatan untuk berkembang dan meraih prestasi setinggi mungkin,” ucapnya.
Rita Pastikan Dukungan Anggaran untuk Fasilitas Olahraga
Selain mendukung peningkatan bonus atlet, Rita juga memastikan komitmennya dalam memperjuangkan peningkatan fasilitas olahraga melalui dukungan anggaran daerah. Sebagai anggota DPRD, ia telah mengusulkan sejumlah program perbaikan sarana latihan dalam APBD Perubahan tahun 2026.
Salah satu prioritanya adalah perbaikan fasilitas pada kawasan GOR Desnan Sendawar. Beberapa kebutuhan dasar yang diusulkan meliputi peningkatan kebersihan area latihan, penyediaan tandon air, pembangunan fasilitas toilet, serta sarana pendukung lainnya.
“Untuk mendukung kenyamanan atlet, kami mengusulkan anggaran untuk kebersihan, tandon air, WC, dan beberapa kebutuhan lainnya. Semuanya dilakukan secara bertahap agar atlet bisa berlatih dengan lebih nyaman dan fokus,” katanya.
Tak hanya sarana pendukung, politisi yang juga menjabat Ketua Ketua Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kutai Barat ini juga merencanakan pengadaan peralatan tanding yang lebih memadai. Meski diakui tidak bisa dipenuhi secara sekaligus, ia memastikan dukungan tersebut akan terus digulirkan untuk menunjang performa para atlet.
Menariknya, perhatian Rita tidak hanya tertuju pada cabang olahraga golf. Ia mengaku dukungan ini bersifat inklusif bagi seluruh atlet yang berlatih di kawasan tersebut.
“Saya juga memperhatikan arena latihan woodball karena berada di kawasan yang sama. Semua cabang olahraga perlu mendapat perhatian, hanya saja pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran,” katanya.
Sementara itu, Ketua KONI Kutai Barat, Alsiyus, menyatakan usulan kenaikan bonus atlet merupakan bagian dari komitmen KONI dalam meningkatkan kesejahteraan dan motivasi atlet. Ia menilai atlet yang berhasil mengharumkan nama daerah layak memperoleh penghargaan yang sebanding dengan perjuangan mereka.
“Kami mengusulkan kenaikan bonus karena melihat langsung perjuangan atlet. Mereka mengorbankan waktu, tenaga, bahkan biaya pribadi untuk berlatih dan bertanding. Sudah sewajarnya mereka mendapatkan penghargaan yang lebih baik,” ujar Alsiyus.
Menurutnya, bonus yang memadai tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga investasi bagi masa depan olahraga Kutai Barat. Atlet yang merasa dihargai akan lebih termotivasi untuk terus berprestasi dan membela daerahnya.
“Prestasi itu perlu perhatian. Kami ingin atlet Kutai Barat merasa dihargai dan memiliki masa depan yang jelas. Kalau pembinaan dan apresiasi berjalan baik, saya yakin atlet akan semakin bangga membela daerahnya sendiri,” katanya.
Alsiyus juga mengapresiasi perhatian Rita Asmara Dewi terhadap kebutuhan fasilitas olahraga. Ia menilai sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan KONI menjadi faktor penting dalam mempercepat kemajuan olahraga di Kutai Barat.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Ibu Rita yang ikut memperjuangkan kebutuhan atlet dan fasilitas olahraga. Dukungan seperti ini sangat diperlukan untuk memperkuat pembinaan dan meningkatkan prestasi olahraga Kutai Barat,” ujarnya.
Ia menambahkan, KONI saat ini tengah memetakan kebutuhan fasilitas di seluruh cabang olahraga sebagai bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026. Menurutnya, fasilitas yang memadai akan berdampak langsung pada kualitas latihan dan performa atlet saat bertanding.
“Prestasi tidak lahir secara instan. Atlet membutuhkan pembinaan yang baik, pelatih yang kompeten, dan fasilitas yang memadai. Karena itu, KONI akan terus membangun kolaborasi dengan semua pihak agar olahraga Kutai Barat semakin maju dan mampu bersaing di tingkat provinsi,” kata Alsiyus.
Kolaborasi antara DPRD dan pengurus KONI ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperbaiki tata kelola olahraga di Kutai Barat, sehingga potensi para pemuda lokal dapat tersalurkan secara maksimal dan berdaya saing tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....