Ketua KONI dan Pelatih Bulu Tangkis Kubar Apresiasi Seleksi Terbuka Atlet Porprov
- 08 Jun 2026 15:13 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Barat dan jajaran pelatih bulu tangkis memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan seleksi terbuka atlet PBSI Kutai Barat menuju Porprov 2026.
Seleksi tersebut dinilai menjadi langkah positif dalam mencari atlet terbaik sekaligus membangun regenerasi olahraga bulu tangkis di daerah.
Ketua KONI Kutai Barat, Alsiyus, mengatakan seleksi terbuka menunjukkan keseriusan PBSI dalam menyiapkan atlet-atlet berprestasi yang siap bersaing di tingkat provinsi.
“Mereka membuat seleksi untuk mencari atlet yang bermain di Porprov 2026. Ini tahapan yang bagus dan kami berharap bisa melahirkan atlet-atlet Kutai Barat yang siap mental dan berprestasi,” ujarnya saat memantau langsung jalannya seleksi di gedung PB Sempekat Junior Simpang Raya, Minggu 7 Juni 2026.
Alsiyus menegaskan KONI mendorong seluruh cabang olahraga untuk fokus pada pembinaan usia dini agar prestasi olahraga Kutai Barat dapat terus berkembang dalam jangka panjang.
Menurutnya, pembinaan atlet saat ini harus dilakukan secara disiplin dan mulai memanfaatkan ilmu pengetahuan serta teknologi olahraga.
“Pembinaan sekarang harus sejak dini dan berbasis ilmu serta teknologi supaya atlet punya kesempatan berkembang lebih baik,” katanya.
Apresiasi serupa disampaikan pelatih PBSI Kutai Barat, Handika Julianda Sitorus. Ia menilai seleksi terbuka memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
“Kami sangat antusias dengan adanya seleksi ini karena benar-benar mencari bibit atlet berkualitas, baik dari skill maupun mental,” ucapnya.
Seleksi terbuka PBSI Kutai Barat diikuti 50 atlet dari berbagai kecamatan, terdiri dari 22 atlet putri dan 28 atlet putra. Para peserta bersaing memperebutkan tempat untuk memperkuat tim bulu tangkis Kutai Barat di Porprov 2026.
Tim pelatih menilai kemampuan teknik, fisik, mental, dan daya juang atlet selama proses seleksi berlangsung. Atlet yang lolos nantinya akan menjalani training center (TC) selama dua bulan sebelum tampil di Porprov.
Handika berharap sistem seleksi terbuka seperti ini terus dipertahankan karena mampu melahirkan persaingan sehat sekaligus memotivasi atlet muda untuk berkembang.
“Seleksi terbuka seperti ini sangat bagus karena atlet yang terpilih memang hasil kemampuan sendiri,” katanya.
Sementara Ketua PBSI Kutai Barat, Leo, menegaskan seleksi dilakukan secara terbuka dan murni berdasarkan kemampuan atlet di lapangan.
“Kami ingin mendapatkan atlet terbaik untuk Kutai Barat. Tidak ada titipan, yang terpilih memang hasil kemampuan sendiri,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....