Pembangunan Kompleks Legislatif di IKN Serap hingga 3.000 Pekerja

  • 31 Agt 2026 20:26 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Nusantara – Pembangunan kompleks legislatif di Ibu Kota Nusantara (IKN) saat ini melibatkan sekitar 2.500 hingga 3.000 pekerja. Jumlah tenaga kerja tersebut tersebar pada lima paket pembangunan gedung di kawasan legislatif.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) E.3 Otorita IKN, Alfrits Steeve Willy Makalew, mengatakan setiap paket pembangunan saat ini melibatkan sekitar 500 hingga 700 pekerja.

“Total pekerjaan saat ini untuk semua paket, pekerjaan gedung kurang lebih sekitar 500 sampai 700 orang per paket,” kata Alfrits, Senin 31 Agustus 2026.

Ia menyebut, dengan lima paket pembangunan, jumlah tenaga kerja yang terlibat saat ini mencapai sekitar 2.500 hingga 3.000 orang. Namun, jumlah tersebut belum menjadi kebutuhan tenaga kerja tertinggi selama proses pembangunan berlangsung.

Alfrits menjelaskan pekerjaan saat ini masih berfokus pada pembangunan struktur gedung. Pekerjaan arsitektur, mekanikal, elektrikal, dan plumbing atau MEP belum memasuki tahap puncak.

“Ini belum peak-nya, karena pekerjaan saat ini semua gedung masih progresnya hanya di sekitar pembangunan struktur dulu,” ujarnya.

Menurut Alfrits, kebutuhan pekerja akan meningkat ketika pembangunan memasuki tahap arsitektur dan MEP. Pada fase tersebut, jumlah tenaga kerja diperkirakan mencapai sekitar 1.000 hingga 1.200 orang untuk setiap paket pekerjaan.

“Peak-nya mungkin nanti pada saat pekerjaan arsitektur dan pekerjaan MEP itu bisa sekitar 1.000 sampai 1.200 untuk per paket,” kata Alfrits.

Jika kebutuhan tersebut tercapai, jumlah tenaga kerja pada lima paket pembangunan dapat meningkat hingga sekitar 5.000 sampai 6.000 orang.

Pembangunan kompleks legislatif menjadi bagian dari penyiapan IKN sebagai ibu kota politik. Kawasan ini terdiri atas lima paket pembangunan yang mencakup Gedung DPR, MPR, DPD, serta Gedung Sidang Paripurna.

Peningkatan kebutuhan tenaga kerja seiring masuknya tahapan arsitektur dan MEP menunjukkan pembangunan kompleks legislatif masih akan mengalami peningkatan aktivitas hingga mendekati tahap penyelesaian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....