Mantan Kepala Bappenas Suharso Monoarfa Terpukau dengan Kemajuan IKN

  • 21 Agt 2026 08:29 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Nusantara - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono menerima kunjungan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) periode 2019–2024 Suharso Monoarfa di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Kamis, 20 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Suharso untuk melihat langsung perkembangan pembangunan IKN sekaligus memastikan konsep awal Nusantara sebagai forest city, smart city, dan sponge city tetap dijalankan.

Suharso merupakan Menteri PPN/Kepala Bappenas pada periode 2019–2024 yang turut bertanggung jawab dalam penyelesaian perencanaan master plan IKN dan Undang-Undang Ibu Kota Negara. Ia mengaku sengaja data kembali ke IKN untuk melihat perkembangan pembangunan IKN, yang menurutnya adalah sebuah legasi bangsa.

“Saya ingin menyaksikan konsistensi pembangunan IKN karena apa pun ini adalah legasi bangsa. Meskipun diawali oleh Presiden Joko Widodo, karena ini merupakan keputusan politik yang mengikat seluruh anak bangsa, maka ini menjadi kekayaan dan aset bangsa,” ujar Suharso.

Menurut Suharso, keberlanjutan pembangunan IKN menjadi penting untuk menjaga konsep yang telah dirancang sejak awal. Ia ingin memastikan prinsip pembangunan Nusantara sebagai forest city, smart city dan sponge city tetap diterapkan.

“Saya ingin mengikutinya dan menyaksikannya dari dekat, terutama dengan atribusi yang kita kenakan pada IKN ini sebagai smart city, sebagai sponge city, bahwa hal itu secara prinsip tetap dijalankan, tetap dipegang,” katanya.

Suharso menilai Nusantara tidak hanya menjadi proyek pembangunan nasional, tetapi juga dapat menjadi simbol kemampuan Indonesia dalam membangun kota modern dan menunjukkan perkembangan peradaban bangsa kepada dunia.

Menurutnya, Nusantara dapat menjadi sumbangsih Indonesia bagi dunia melalui penerapan pengetahuan dan teknologi dalam pembangunan kota.

Ia juga mengaku gembira melihat Basuki Hadimuljono masih memimpin Otorita IKN. Suharso menilai Basuki mampu menerjemahkan gagasan dan perencanaan pembangunan menjadi wujud nyata di lapangan.

“Saya gembira sekali karena Pak Basuki masih di sini. Pak Basuki itu orang yang bekerja dengan hatinya dan bisa membuat sesuatu yang hanya dalam mimpi, dalam reng-rengan, draft, terus jadi sesuatu,” ujarnya.

Suharso berharap pembangunan Nusantara dapat diselesaikan dengan baik sehingga cita-cita menjadikan IKN sebagai ibu kota baru Indonesia dapat terwujud.

Perkembangan IKN Menggembirakan

Dalam kunjungannya, Suharso juga meninjau sejumlah proyek strategis di KIPP Nusantara. Salah satunya SMA Taruna Nusantara Kampus IKN.

Ia mengaku perkembangan pembangunan Nusantara berada di luar perkiraannya. Sebelum datang, Suharso mengaku sempat mendengar informasi mengenai pembangunan IKN yang terhenti atau melambat.

Namun, setelah melihat langsung kondisi di lapangan, ia menilai pembangunan IKN berkembang cukup menggembirakan.

“Ini di luar dugaan saya. Yang saya dengar kan seperti ada yang terhenti dan begini. Ini sampai menyayangkan, sehingga saya termotivasi untuk hadir di sini. Tapi setelah saya saksikan, perkembangannya cukup menggembirakan,” kata Suharso.

Atas perkembangan tersebut, Suharso mendorong investor domestik untuk berani melihat peluang investasi di IKN. Ia melihat sejumlah investor telah mulai hadir dan membangun fasilitas di kawasan Nusantara.

“Investor-investor domestik itu harus berani melihat ke sini. Saya sudah saksikan beberapa nama ada di sini. Kalau yang dari luar saja berani, mengapa mereka yang di dalam negeri tidak berani?” ujarnya.

Suharso meyakini pembangunan IKN dapat menciptakan pusat aktivitas ekonomi baru. Dengan skala pembangunan yang besar, Nusantara dinilai mampu membentuk economic crowd atau konsentrasi aktivitas ekonomi baru yang kemudian mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.

“Saya tetap dengan keyakinan saya, hitungan-hitungan kami yang bisa dibuktikan secara akademis, bahwa sesuatu yang baru, apalagi dengan magnitude yang besar seperti ini, akan membentuk sebuah economic crowd baru dan dapat menjadi mesin pertumbuhan, engine of growth untuk Indonesia,” jelasnya.

Menurut Suharso, efek ekonomi tersebut dapat menyebar dari Nusantara ke wilayah lainnya. Karena itu, ia menilai peluang tersebut perlu ditangkap tanpa harus memperdebatkan siapa yang paling berhak atas keberhasilan pembangunan IKN.

54 Embung Dukung Konsep Sponge City

Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono memaparkan perkembangan sejumlah infrastruktur di kawasan IKN, termasuk pembangunan embung yang menjadi bagian dari penerapan konsep sponge city.

Basuki menjelaskan, saat ini terdapat 32 embung yang telah selesai dan berfungsi. Air dari embung dimanfaatkan untuk kebutuhan penyiraman tanaman di kawasan Nusantara.

“Embung kita ada 32 yang sudah jadi, yang sudah berfungsi, diambil airnya untuk menyiram tanaman. Tahun 2026 ini kita mulai 24 embung lagi untuk kita bangun, jadi totalnya akan 54 embung,” ujar Basuki.

Selain berfungsi sebagai infrastruktur retensi air, embung juga menjadi bagian dari penataan kota dan memiliki fungsi estetika.

Kunjungan Suharso bersama jajaran Otorita IKN tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen untuk menjaga kesinambungan pembangunan Nusantara dengan tetap mempertahankan konsep yang telah dirancang sejak awal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....