Dari Studio Darurat ke Jantung Nusantara, RRI Kini Mengudara dari Media Center IKN

  • 18 Agt 2026 19:46 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Nusantara — Suasana berbeda terasa di Media Center Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Senin, 17 Agustus 2026. Di tengah semangat peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, suara siaran Radio Republik Indonesia (RRI) menandai babak baru perjalanan media publik di Ibu Kota Nusantara.

Studio RRI SP IKN resmi berpindah dari Kantor Bersama Kementerian PUPR di Kawasan Hunian Pekerja Konstruksi ke Media Center OIKN, kawasan Plaza Ceremony, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Perpindahan itu bukan sekadar perubahan tempat kerja. Bagi RRI, studio baru tersebut menjadi penanda perjalanan panjang selama dua tahun tujuh bulan mengawal informasi pembangunan Nusantara.

"Dulu kami berkantor di kantor bersama PUPR, Kawasan Hunian Pekerja Konstruksi. Dan hari ini, 17 Agustus 2026, atau tepat dua tahun tujuh bulan setelahnya, Studio RRI resmi pindah di Media Center OIKN," kata Kepala Siaran RRI Samarinda, Siti Saraswulan.

Dari ruang kerja yang sederhana di tengah kawasan konstruksi, RRI kini berada lebih dekat dengan pusat aktivitas pemerintahan Nusantara.

Perjalanan itu sekaligus memperlihatkan bagaimana RRI tumbuh bersama pembangunan IKN. Ketika sejumlah kawasan masih dipenuhi aktivitas konstruksi, RRI sudah hadir untuk mengabarkan setiap perkembangan kepada masyarakat.

Kini, ketika berbagai fasilitas pemerintahan mulai digunakan dan pembangunan memasuki tahapan berikutnya, RRI kembali memperkuat kehadirannya dengan studio yang berada di Media Center OIKN.

Kado di Hari Kemerdekaan

Peresmian studio baru terasa semakin istimewa karena berlangsung tepat pada 17 Agustus 2026.

Bagi RRI, momentum tersebut menjadi kado menjelang usia ke-81 yang akan diperingati pada 11 September 2026.

"Ini menjadi kado spesial bagi kami, RRI, yang memasuki usianya yang ke-81 tahun pada 11 September mendatang," ujar Wulan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Kepala Otorita IKN beserta seluruh jajaran yang telah memberikan perhatian terhadap keberadaan RRI di Nusantara.

Dukungan tersebut, menurutnya, semakin menegaskan posisi RRI sebagai mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi pembangunan IKN.

Dari studio baru itu, RRI tidak hanya menyampaikan kabar tentang gedung, jalan, kawasan pemerintahan, atau berbagai fasilitas kota. RRI juga membawa cerita tentang manusia yang akan mengisi Nusantara sebagai kota masa depan.

OIKN: RRI Menjadi Kendaraan Informasi

Sekretaris OIKN Bimo Adi Nursanthyasto melihat kehadiran RRI di Nusantara sebagai bagian penting dalam membangun komunikasi publik.

Menurut Bimo, setelah dua tahun berada di Nusantara, RRI telah menjadi salah satu kendaraan untuk menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.

"Ini sudah dua tahun RRI ada di Nusantara dan saya yakin ini adalah salah satu kendaraan kita untuk bisa memberikan hal-hal yang benar terkait dengan pembangunan di Ibu Kota Nusantara," ujarnya.

Bimo berharap RRI dapat terus menyampaikan informasi yang mampu memberikan keyakinan kepada masyarakat mengenai arah pembangunan Nusantara.

Sebab, pembangunan IKN tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. OIKN juga mempersiapkan sebuah kota yang dirancang untuk generasi muda dan masa depan Indonesia.

"Kita sedang mempersiapkan masa depan. Kota yang memang didesain untuk generasi muda, kota yang didesain memang untuk masa depan mereka," katanya.

Nusantara juga dipersiapkan sebagai ibu kota politik pada 2028. Pemerintah menargetkan lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif menjalankan kegiatan pemerintahan di Nusantara sesuai dengan Perpres Nomor 79 Tahun 2025.

Karena itu, Bimo menilai masyarakat membutuhkan informasi yang akurat mengenai setiap perkembangan pembangunan.

Bukan Sekadar Mengabarkan Bangunan

Di tengah pembangunan berbagai fasilitas pemerintahan, RRI mendapat ruang untuk menjalankan fungsi yang lebih luas.

Bimo mengatakan RRI dapat berkontribusi membangun karakter masyarakat yang nantinya tinggal di Nusantara.

"RRI adalah salah satu media kita yang bisa memberikan keyakinan dan juga bisa memberikan kontribusi tidak hanya kita ini bicara pembangunan fisik, tapi juga kontribusi terkait dengan pembangunan karakter masyarakat yang ada di Nusantara maupun di sekitar Nusantara," tuturnya.

Pandangan itu sejalan dengan semangat RRI sebagai media publik. Kehadiran RRI tidak berhenti pada pemberitaan tentang apa yang sedang dibangun, tetapi juga menghubungkan pembangunan dengan masyarakat yang akan menikmati hasilnya.

Menjaga Api RRI di Tengah Perubahan

Anggota Dewan Pengawas LPP RRI Enderiman Butar Butar membawa cerita lain dalam dialog khusus setelah peresmian studio.

Ia mengingat kembali perjalanan RRI di Nusantara sejak Januari 2024.

Menurut Enedriman, RRI hadir ketika pembangunan IKN masih berada dalam suasana yang sangat berbeda. Kini, dua tahun lebih kemudian, RRI masih berada di tempat yang sama, tetapi dengan lingkungan yang terus berubah.

"Nusantara ini dibangun untuk generasi muda. Dan kita semua ini adalah bagian yang mengantarkan pembangunan ini kepada generasi muda," katanya.

Enderiman melihat keberadaan RRI di IKN sebagai bagian dari sejarah baru. RRI tidak hanya menyaksikan pembangunan Nusantara, tetapi ikut merekam perjalanan tersebut melalui siaran.

Ia juga meminta OIKN terus memanfaatkan RRI sebagai bagian dari ekosistem komunikasi di Nusantara.

"RRI adalah salah satu media. Jangan sia-siakan. Manfaatkan dia," ujarnya.

Dari Ruang Terbatas Menuju Kota Masa Depan

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana OIKN Aswin Grandiarto Sukahar juga mengingat masa awal RRI beroperasi di Nusantara.

Saat itu, RRI menempati ruang di kawasan Hunian Pekerja Konstruksi. Kondisinya jauh berbeda dengan studio yang kini berada di Media Center OIKN.

Aswin menyebut perjalanan tersebut menunjukkan bahwa RRI tumbuh bersamaan dengan perkembangan IKN.

"RRI ini selalu menjadi bagian dari sejarah yang tidak bisa dilupakan. Karena dari sejak mulainya IKN juga sudah di sini," katanya.

Gedung Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) yang dijadikan kantor bersama sekaligus studio mini RRI IKN sejak Januari 2024. Foto: RRI IKN/Andreas Trisno

Kini, pembangunan IKN memasuki tahapan berikutnya. Sejumlah fasilitas untuk elemen eksekutif telah mulai dimanfaatkan, sementara pembangunan gedung perkantoran untuk lembaga legislatif dan yudikatif terus berjalan.

Pembangunan tersebut menjadi bagian dari persiapan Nusantara menuju ibu kota politik pada 2028.

"Jadi siapa bilang berhenti? Tetap berjalan dan terus berprogres," ucap Aswin.

Suara Nusantara untuk Indonesia

Studio baru RRI di Media Center OIKN akhirnya bukan hanya tentang sebuah ruangan baru.

Studio itu menjadi simbol perjalanan. Dari kawasan hunian pekerja konstruksi, RRI bergerak menuju jantung pemerintahan Nusantara.

Dari tempat tersebut, RRI akan terus mengabarkan perubahan yang terjadi di ibu kota baru Indonesia.

Siaran 98,3 FM dan RRI Digital menjadi jembatan yang menghubungkan Nusantara dengan masyarakat di berbagai penjuru negeri.

Di tengah gedung-gedung yang terus tumbuh, jalan yang terus dibangun, dan masyarakat yang mulai menghuni kawasan ibu kota baru, suara RRI akan tetap hadir.

Bukan sekadar untuk memberitakan bagaimana Nusantara dibangun, tetapi juga untuk menceritakan bagaimana sebuah kota baru sedang tumbuh dan dipersiapkan menjadi bagian penting dari masa depan Indonesia.

Dari Nusantara, RRI mengudara. Menyatukan informasi, menyuarakan pembangunan, dan menghubungkan ibu kota baru dengan seluruh Indonesia.

"RRI Mengudara dari Nusantara Menyatukan Indonesia," ucap Marga Rahayu, presenter kondang RRI Samarinda yang memandu dialog khusus di acara peresmian studio baru RRI IKN.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....