Otorita IKN Pecahkan Rekor MURI Penanaman Pohon Terbanyak di Taman Kota

  • 15 Agt 2026 13:05 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Nusantara — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan penanaman pohon terbanyak di taman kota, di kawasan DAS Sanggai, Nusantara, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia itu melibatkan 2000 lebih peserta dari berbagai unsur. Peserta berasal dari pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, sekolah, komunitas, masyarakat adat, Pramuka, hingga kelompok masyarakat lainnya.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Safitri, mengatakan pemecahan rekor MURI tersebut bukan sekadar pencapaian bagi Otorita IKN. Menurutnya, kegiatan itu menjadi ajakan bagi kota-kota lain di Indonesia untuk memperbanyak dan memperbaiki ruang terbuka hijau.

Myrna berharap rekor tersebut dapat dipecahkan kembali oleh kota lain pada tahun-tahun mendatang sebagai bentuk kompetisi dalam menjaga lingkungan.

Ia menyebut kegiatan penanaman pohon juga menjadi bagian dari upaya menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum untuk merawat alam.

“Ini merupakan satu kebanggaan bagi kita semua bahwa kita mulai mentradisikan peringatan kemerdekaan ini dengan merawat alam kita,” ujar Myrna dalam laporannya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Haryanto Syafri, sebagai perwakilan mitra mengaku pihaknya mendukung penuh program penghijauan di IKN.

Ia mengatakan SKK Migas bersama sejumlah mitra, termasuk Pertamina Region 3 dan sejumlah anak usaha, memiliki komitmen menjalankan program penghijauan, pemberdayaan masyarakat, serta rehabilitasi daerah aliran sungai.

"Semoga kegiatan penanaman pohon di IKN menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga kelestarian lingkungan," katanya.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan penanaman pohon di kawasan IKN bukan kegiatan seremonial. Otorita IKN mendorong konsep rewilding atau mengembalikan kawasan agar memiliki ekosistem yang lebih alami.

Basuki menjelaskan, sebagian kawasan yang ditanami sebelumnya merupakan bekas hutan tanaman industri yang didominasi tanaman ekaliptus atau bersifat monokultur. Kondisi tersebut dinilai kurang mendukung keanekaragaman hayati.

Karena itu, Otorita IKN menanam berbagai jenis pohon untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan sekaligus menciptakan habitat bagi satwa.

“Penanaman pohon ini bukan seremonial. Kami ingin mengajak semua pada kesempatan ini menanam pohon menjadi lifestyle kita, menjadi gaya hidup kita,” ucap Basuki.

Basuki juga mendorong kebiasaan menanam pohon dalam berbagai momentum, termasuk ulang tahun dan kegiatan kedinasan. Ia menyebut Otorita IKN secara rutin melakukan penanaman pohon setiap dua minggu.

Menurut Basuki, kebiasaan menanam pohon juga sejalan dengan kearifan lokal masyarakat Indonesia yang sejak dahulu menanam pohon sebagai bagian dari peristiwa penting dalam kehidupan.

Dalam kegiatan tersebut, Basuki turut mengajak peserta mengenali jenis pohon yang ditanam. Ia memberikan hadiah sepeda kepada peserta yang berhasil menjawab kuis mengenai jenis pohon.

Kegiatan penanaman pohon di DAS Sanggai melibatkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk Kementerian Kehutanan, SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Bank Indonesia, PT Inhutani I, Otoritas Jasa Keuangan, Pegadaian Kanwil 4 Balikpapan, dunia usaha, komunitas, sekolah, serta masyarakat.

Otorita IKN menegaskan kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun Nusantara sebagai kota yang tidak hanya modern, tetapi juga memiliki ruang hijau dan lingkungan yang terjaga.

Pemecahan rekor MURI ini diharapkan menjadi awal dari gerakan penanaman pohon yang lebih luas di berbagai kota Indonesia, sekaligus memperkuat budaya menjaga lingkungan sebagai bagian dari peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....