IKN Jadikan Pendidikan Pilar Utama, Targetkan Nol Kemiskinan 2035
- 02 Mei 2026 17:49 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara menegaskan komitmennya menjadikan sektor pendidikan sebagai pilar utama pembangunan manusia di Ibu Kota Nusantara (IKN), dengan target besar menghapus kemiskinan pada 2035.
Komitmen tersebut disampaikan dalam momentum Hari Pendidikan Nasional melalui paparan Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara OIKN, Troy Pantouw, pada forum IKN Youth Forum, Sabtu 2 Mei 2026.
“Melalui pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan berkarakter, IKN diarahkan untuk menjadi kota dunia yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Troy menjelaskan, peta jalan pendidikan IKN dirancang sebagai bagian dari infrastruktur sosial primer yang berorientasi masa depan dan disusun secara bertahap sesuai perkembangan peserta didik. Pada jenjang PAUD, pendidikan difokuskan pada pembentukan manajemen diri dan dasar penalaran.
Jenjang SD menekankan eksplorasi lingkungan serta penguatan literasi dan numerasi, sementara SMP mendorong kesadaran diri dan kepemimpinan.
Adapun pada tingkat SMA/SMK dan pendidikan vokasi, peserta didik diarahkan untuk merancang masa depan dan siap memasuki dunia kerja.
“Sementara pendidikan tinggi akan diperkuat melalui pusat riset kelas dunia sebagai motor inovasi dan penguatan ekonomi nasional,” katanya.
Troy menyebut, filosofi pendidikan IKN mengedepankan pendekatan humanis dan pembelajaran yang memerdekakan, dengan kurikulum fleksibel dan personal. Sistem ini tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter serta kompetensi abad ke-21.
Selain itu, sistem pendidikan di IKN didukung konsep sekolah cerdas berbasis digital yang memanfaatkan teknologi untuk mendorong kemampuan analisis, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Tata kelola pendidikan juga diperkuat melalui Sistem Informasi Manajemen Sekolah (SIMS).
IKN turut mengembangkan konsep sekolah hijau sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, dengan penerapan energi terbarukan seperti panel surya, pengelolaan air hujan, serta prinsip 3R (reduce, reuse, recycle).
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menambahkan pendidikan akan menjadi penentu wajah IKN di masa depan.
“Pembangunan pendidikan adalah inti dari pembangunan infrastruktur sosial Ibu Kota Nusantara yang akan membentuk wajah kota ini dalam 20 hingga 30 tahun ke depan,” ujarnya.
Ke depan, pembangunan pendidikan difokuskan pada peningkatan mutu pembelajaran berbasis kurikulum internasional, penguatan literasi dan numerasi sejak dini, serta pengembangan kurikulum personal lintas jenjang.
IKN juga menargetkan kehadiran tenaga pendidik berstandar nasional dan internasional serta kepemimpinan sekolah yang transformatif.
Ekosistem pendidikan IKN akan diperkuat dengan kehadiran berbagai lembaga pendidikan, seperti Taruna Nusantara, SMA Garuda, pesantren Al Ikhlas terintegrasi seperti MAN Insan Cendekia, hingga sekolah internasional seperti Australian Independent School.

Dengan dukungan perguruan tinggi dan pusat riset, IKN diarahkan menjadi kota pendidikan yang mampu melahirkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global.
Melalui momentum Hardiknas, Otorita IKN mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan demi masa depan generasi Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....