Buruh di Kutai Barat Peringati May Day dengan Bakti Sosial Donor Darah
- 01 Mei 2026 13:54 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Para buruh di Kabupaten Kutai Barat memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) dengan menggelar kegiatan donor darah dan pembagian bantuan sosial kepada masyarakat. Kegiatan yang difasilitasi Polres Kubar ini turut melibatkan sejumlah perusahaan tambang, karyawan, serikat buruh hingga pemerintah daerah dan RSUD Harapan Insan Sendawar.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kutai Barat, Wesli, memastikan tidak ada aksi unjuk rasa yang digelar serikat buruh pada peringatan tahun ini. Menurutnya para buruh bersama aparat kepolisian mengisi momentum tersebut dengan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Hari ini tidak ada aksi dari serikat buruh. Kondisi di Kutai Barat aman. Justru dari kemarin serikat buruh dan Polres melaksanakan bakti sosial donor darah,” ujarnya kepada RRI Sendawar, Jumat 1 Mei 2026.
Wesli menyebut, peringatan May Day kali ini menjadi momentum positif karena diisi dengan kegiatan sosial.
“Ini satu langkah yang baik karena mengalihkan kegiatan pada aksi sosial,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolres Kutai Barat AKBP Boney Wahyu Wicaksono mengatakan, meski tidak ada aksi demo, pihaknya tetap melakukan pengamanan di sejumlah objek vital negara.
Kapolres juga mengapresiasi kegiatan bakti sosial donor darah yang digelar bersama serikat buruh di RSUD Harapan Insan Sendawar, serta penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.
“Dalam rangka hari buruh kegiatannya dilaksanakan donor darah dan kegiatan baksi sosial pemberian bantuan kepada anak yatim maupun orang yang tidak mampu. Jadi sampai saat ini untuk kegiatan unjuk rasa tidak ada. Namun perlu kami sampaikan kepada seluruh masyarakat kita jaga kondusifitas wilayah Kutai Barat supaya tetap aman dan damai,” katanya.
Dalam kegiatan itu sebanyak 50 paket sembako dibagikan kepada masyarakat. Setiap paket berisi kebutuhan pokok seperti beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kg, teh 1 kotak, serta mi instan sebanyak 3 bungkus. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban serta menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap sesama.
“Kegiatan ini kita laksanakan sejak kemarin (30 April) di RSUD HIS, dilanjutkan dengan apel pengamanan hari ini,” ujar Kapolres.

Terpisah, Ketua DPD Serikat Buruh Indonesia Sejahtera (SBIS) Kutai Barat, Yopi Sanaki, mengatakan peringatan May Day tahun ini tetap mengedepankan suasana damai dan kondusif.
“Intinya di May Day ini kita menciptakan suasana yang damai,” ujarnya.
Meski demikian, Yopi mengungkapkan masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi keluhan buruh, di antaranya kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak tanpa pembayaran hak pekerja.
Yopi menyebut terdapat sedikitnya 13 pekerja yang mengalami PHK namun belum menerima haknya. Kasus tersebut bahkan telah dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD.
“Kami minta perusahaan wajib membayar hak pekerja, karena masa kerja itu tidak bisa dihapus,” ucapnya.
Selain itu, ia juga menyoroti praktik perusahaan yang dinilai tidak sepenuhnya mengikuti aturan pemerintah, terutama dalam hal perjanjian kerja dan pembayaran pesangon.
Sebab masih ada perusahaan yang menggunakan aturan internal atau peraturan perusahaan yang tidak sejalan dengan ketentuan yang berlaku.
“Perusahaan harus tunduk pada aturan pemerintah, tidak bisa membuat aturan sendiri yang merugikan pekerja,” katanya.
Selain itu, praktik penggunaan tenaga kerja kontrak berkepanjangan juga menjadi sorotan. Ia menegaskan, sesuai aturan, pekerja dengan masa kerja tertentu seharusnya sudah diangkat menjadi karyawan tetap.
Untuk itu Yopi menekankan pentingnya pengawasan dari pemerintah agar perusahaan tidak menyimpang dari regulasi, serta memastikan seluruh hak pekerja terpenuhi.
Yopi berharap momentum Hari Buruh dapat menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak, baik pemerintah maupun pelaku usaha, guna mewujudkan hubungan industrial yang adil, seimbang, dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....