Transportasi Cerdas IKN Bisa Direplikasi Kota Lain Indonesia

  • 15 Jun 2025 14:03 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Nusantara : Konsep transportasi cerdas yang tengah dikembangkan di Ibu Kota Nusantara (IKN) tak hanya untuk mendukung mobilitas modern di pusat pemerintahan baru, tapi juga berpotensi menjadi model bagi kota-kota besar lain di Indonesia.

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, mengungkapkan harapannya agar sistem transportasi publik di IKN dapat direplikasi.

“Saya berharap rencana mobilitas dan rencana sistem transportasi cerdas ini akan membangun Nusantara menjadi kota cerdas yang berkelanjutan serta mendorong investasi dari sektor swasta. Semoga pembelanjaran pembangunan transportasi di Nusantara ini dapat dilaksanakan di kota-kota lain di Indonesia,” ujarnya saat penyerahan dokumen Urban Mobility Master Plan dan Intelligent Mobility Ecosystem hasil kolaborasi Indonesia–Australia melalui program KIAT, Jumat (13/6/2025).

Gita Kamath menilai, sistem transportasi publik yang ramah lingkungan, terintegrasi, dan berbasis teknologi digital seperti yang dirancang untuk IKN sangat relevan untuk menjawab tantangan perkotaan modern seperti kemacetan, polusi, dan kesenjangan akses mobilitas.

“Semoga Nusantara dapat memberikan inspirasi bagi generasi yang akan datang, bahwa kota yang berkelanjutan, inklusif dan inovatif dapat diwujudkan,” katanya.

BACA JUGA:

Indonesia-Australia Bersatu Tingkatkan Mutu Pendidikan Dasar di IKN

Sekretaris Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bimo Adi Nursanthyasto, menegaskan bahwa IKN dirancang sebagai kota masa depan dengan sistem transportasi publik yang terintegrasi dan sepenuhnya terkoneksi secara digital.

“Nusantara memang dirancang untuk mengandalkan transportasi umum yang terhubung dengan semua moda melalui konektivitas digital. Pada 2024, semua pergerakan akan berbasis transportasi publik,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sejak awal, perencanaan IKN menempatkan transportasi umum sebagai tulang punggung mobilitas kota. Hal ini bertujuan menciptakan kota yang efisien, hijau, dan ramah manusia, sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Integrasi digital yang dimaksud mencakup sistem pembayaran elektronik, manajemen lalu lintas canggih, dan informasi perjalanan real-time. IKN ditargetkan menjadi kota percontohan nasional dalam hal mobilitas cerdas dan berkelanjutan.

“Oleh karenanya kolaborasi yang baik ini perlu untuk terus dilanjutkan dalam skala yang lebih luas dan dalam bentuk kolaborasi yang lebih onivatif,” ucapnya.tr

Konsep transportasi cerdas IKN hasil desain dalam materplan yang disusun IKAT. Foto: IKAT

Deputi Infrastruktur Bappenas, Abdul Malik Sadat Idris, menyebut hasil studi KIAT sebagai “modal besar” dalam mewujudkan proyek nyata. “Pembangunan transportasi harus efisien dan mengundang partisipasi publik maupun swasta,” jelasnya.

Dokumen tersebut mendukung visi besar IKN seperti 80% moda transportasi publik pada 2045, mobilitas 10 menit ke fasilitas utama, hingga target nol emisi karbon. Setidaknya ada sembilan Pilar Intelligent Transportation System (ITS) atau sistem Transportasi Cerdas IKN, antara lain:

Sekretaris OIKN, Bimo Adi Nursanthyasto mengatakan, masterplan ini dirancang untuk membangun sistem mobilitas urban yang modern, efisien, dan ramah lingkungan. Termasuk rencana jangka panjang tata guna lahan, strategi proyek prioritas, serta penerapan sistem transportasi pintar berbasis teknologi.

Menurutnya, desain mobilitas perkotaan sejak dini sangat penting karena menentukan bagaimana sebuah kota tumbuh, bergerak, dan melayani warganya secara efisien. Tanpa perencanaan yang matang, kota akan menghadapi berbagai masalah seperti kemacetan, polusi, ketimpangan akses, dan ketidakefisienan sistem transportasi.

Perencanaan sejak awal memungkinkan integrasi antar moda, pendekatan ramah lingkungan, serta mendukung visi kota cerdas dan inklusif yang berorientasi pada manusia.

“Nusantara dipersiapkan sebagai kota cerdas dan people-centric. Mobilitas urban adalah kunci, dan perencanaannya harus dinamis, terus diperbarui, serta terbuka untuk kolaborasi berkelanjutan,” ujarnya.

Deputi Infrastruktur Bappenas Abdul Malik Sadat Idris menyambut baik dokumen ini sebagai fondasi kuat.

“Pembangunan mobilitas harus efisien dan mengundang partisipasi publik maupun swasta. Studi ini memberikan arah jelas untuk mewujudkan kota modern Nusantara,” katanya.

Wakil Dubes Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menyatakan kebanggaannya atas kerja sama yang telah terjalin. Ia menegaskan komitmen Australia dalam mendukung pengembangan IKN, terutama di sektor infrastruktur dan transportasi berkelanjutan.

“Masterplan ini bukan hanya peta jalan, tapi juga batu loncatan untuk memperdalam kolaborasi dua negara,” ujarnya.

Studi ini mendukung visi jangka panjang OIKN, termasuk target 80% moda transportasi publik pada 2045, mobilitas maksimal 10 menit ke fasilitas penting, transportasi ekspres dari pusat pemerintahan ke bandara, serta pencapaian emisi nol.

Laporan ini menjadi bukti komitmen OIKN dalam membangun kota masa depan yang cerdas, hijau, dan inklusif dan bukan sekadar kota, tapi peradaban baru Indonesia.

Dalam dokumen masterplan ini, tercantum sistem transportasi cerdas masa depan di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mendukung sembilan layanan utama, yaitu:

1. EPS (Electronic Payment System) – Sistem Pembayaran Elektronik

2. MaaS (Mobility as a Service) – Mobilitas sebagai Layanan

3. ATIS (Advanced Traveller Information System) – Sistem Informasi Perjalanan Canggih

4. AAM (Advanced Air Mobility) – Mobilitas Udara Canggih

5. ATMS (Advanced Traffic Management System) – Sistem Manajemen Lalu Lintas Canggih

6. IMS (Incident Management System) – Sistem Manajemen Insiden

7. Digital Twin – Kembaran Digital

8. APMS (Advanced Parking Management System) – Sistem Manajemen Parkir Canggih

9. APTS (Advanced Public Transportation System) – Sistem Transportasi Umum Canggih

Dengan visi ini, IKN tidak hanya dirancang sebagai kota baru, tapi simbol transformasi Indonesia menuju masa depan yang cerdas, hijau, dan berorientasi pada manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....