Bappenas: Studi KIAT Jadi Modal Transportasi Cerdas IKN

  • 15 Jun 2025 12:50 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Nusantara : Deputi Infrastruktur Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Abdul Malik Sadat Idris menyatakan bahwa studi yang disusun oleh Kemitraan Indonesia-Australia untuk Infrastruktur (KIAT) menjadi fondasi penting dalam mendorong terwujudnya sistem transportasi cerdas di Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Studi ini memberikan bekal besar bagi OIKN untuk merealisasikan visi kota cerdas dan berkelanjutan. Ini bukan sekadar dokumen, tapi bisa jadi pemicu lahirnya proyek-proyek nyata di lapangan,” ujarnya dalam acara penyerahan dokumen Urban Mobility Master Plan dan Intelligent Mobility Ecosystem di Plaza Seremoni KIPP IKN, Jumat (13/6/2025).

Menurutnya, kualitas perencanaan yang dihasilkan KIAT sangat baik dan mampu menjembatani kepentingan pemerintah, investor, dan masyarakat.

“Kalau dulu pembangunan bisa jalan karena semangat politik, ke depan butuh pendekatan yang lebih teknis dan matang. Studi ini menjawab kebutuhan itu,” tegasnya.

BACA JUGA:

Indonesia-Australia Bersatu Tingkatkan Mutu Pendidikan Dasar di IKN

Ia berharap dokumen tersebut bisa segera diturunkan menjadi proyek-proyek konkret yang tidak hanya selesai dibangun, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi warga IKN.

Sementara Sekretaris Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bimo Adi Nursanthyasto, menyampaikan apresiasi tinggi kepada KIAT atas rampungnya dokumen Urban Mobility Master Plan dan Intelligent Mobility Ecosystem untuk IKN.

“KIAT telah membawa praktik terbaik internasional, keahlian teknis, dan pendekatan inklusif dalam perencanaan infrastruktur IKN. Ini akan menjadi acuan penting bagi kebijakan, standar desain, hingga proyek-proyek di masa depan,” ujar Bimo dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa meskipun studi ini telah selesai secara resmi, dokumen tersebut bersifat living document yang perlu terus diperbarui seiring perkembangan dan dinamika kota.

“IKN adalah kota yang hidup dan terus berkembang. Maka, perencanaannya pun harus fleksibel dan adaptif,” tambahnya.

Bimo juga berharap kerja sama baik antara Indonesia dan Australia ini dapat dilanjutkan ke tingkat yang lebih luas, melalui kolaborasi yang lebih inovatif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....