Pembangunan Jalan KIPP IKN Tahap Dua Capai 58%pl

  • 25 Mei 2025 20:28 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Nusantara : Proyek pembangunan jalan dalam Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur terus dipercepat. Jalan ini merupakan bagian dari Jalan Lingkar Sepaku Dua yang terdiri dari tiga ruas, yaitu Ruas 4.1, Ruas 4.2, dan Ruas Grande Timur.

Hingga Minggu (25/5/2025), progres pembangunan jalan dan fasilitas pendukung telah mencapai sekitar 58 persen. Beberapa pekerjaan bahkan sudah selesai 100 persen, seperti pembukaan badan jalan, pengerasan beton semen di ruas Grande Timur, pemasangan agregat B, dan pengerasan dinding jalan menggunakan teknik soil nailing.

“Pembangunan jalan dalam KIPP ini ditaregetkan selesai akhir tahun 2025. Nanti satu dua minggu ke depan kita akan tanda tangan kontrak untuk beberapa proyek lagi,” kata kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono pekan lalu.

Adapun pekerjaan di Jalan Lingkar Sepaku Dua meliputi:

• Pembukaan badan jalan sepanjang 4.128 meter,

• Pemasangan agregat A sepanjang 7.552 meter dan agregat B sepanjang 1.800 meter,

• Pengerasan beton semen sepanjang 13,27 meter di ruas Grande Timur.

Selain pembangunan jalan, proyek ini juga mencakup konstruksi fasilitas pendukung, seperti:

• Multi Utility Tunnel (MUT): MUT Tipe 1 sepanjang 2.338 meter dan MUT Tipe 2 sepanjang 2.358 meter,

• Box drainase sepanjang 1.221 meter,

• Penyemprotan shotcrete untuk penahan tebing, lereng, terowongan, dan permukaan vertikal sepanjang total 9.553 meter.

Teknik soil nailing juga diterapkan pada jalur ini sepanjang 14.724 meter. Teknik ini berfungsi untuk memperkuat tanah yang tidak stabil dengan cara menanam batang baja ke dalam tanah dan menyuntikkan semen agar tanah menjadi lebih kokoh dan tahan longsor.

Selanjutnya, pembangunan bore pile (pondasi dalam) sepanjang 4.896 meter dilakukan untuk menyalurkan beban bangunan ke lapisan tanah yang lebih kuat, yang berfungsi menopang bangunan dan menstabilkan tanah lunak atau berair.

Untuk instalasi gorong-gorong jembatan, proyek akan membangun delapan lengkungan corugated steel, dimana empat lengkungan sudah terpasang dan tinggal pengecoran beton.

Dalam kontrak pekerjaan jalur KIPP Lingkar Sepaku Dua juga dibangun pierhead, yaitu struktur ujung dermaga yang berfungsi sebagai tempat sandar kapal utama, pusat aktivitas bongkar muat, dan penghubung antara dermaga dengan kapal besar.

Kemudian ada pekerjaan pengaspalan menggunakan dua tipe aspal, yaitu:

• AC-BC (Asphalt Concrete – Binder Course) seberat 520 ton,

• AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course) seberat 325 ton.

Menurut papan informasi Kementerian PUPR, proyek pembangunan Jalan Lingkar Sepaku Tahap Dua ini dimulai pada 29 Juli 2024 dan direncanakan selesai pada 20 November 2025, dengan durasi pengerjaan selama 480 hari kalender.

Proyek yang menggunakan dana APBN sebesar Rp 728 miliar ini dikerjakan oleh konsorsium penyedia jasa yang terdiri dari PT Brantas Abipraya, PT Lautan Permata, dan PT Selaras KSO.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....