Mudik Lebaran, Feri Penyeberangan di Kubar Panen Rezeki

  • 03 Apr 2025 13:26 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar : Geliat arus mudik Lebaran tahun ini menjadi berkah tersendiri bagi operator kapal penyeberangan (feri) di sejumlah titik sungai di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Salah satu yang paling ramai adalah feri penyeberangan di Kelurahan Melak Ilir, Kecamatan Melak, yang menjadi gerbang utama menuju Tenggarong, Kutai Kartanegara, hingga Samarinda.

Babe, salah satu operator feri, mengungkapkan bahwa pendapatannya melonjak signifikan selama puncak arus mudik. Jika di hari biasa ia hanya meraup Rp500 ribu hingga Rp1 juta per hari, kini omzetnya bisa mencapai Rp2 juta per hari berkat membludaknya kendaraan yang menyeberang.

"Kalau hari biasa paling cuma dapat 500 ribu sampai satu juta, tapi saat mudik bisa tembus dua juta per hari," ungkap Babe, Kamis (3/4/2025).

BACA JUGA:

Kritik Kerusakan Jalan Nasional, Wagub Kaltim Surati Presiden

Menurut Babe, peningkatan pengguna feri tak lepas dari semakin populernya jalur alternatif melalui Kecamatan Mook Manaar Bulatn dalam setahun terakhir. Rute ini dinilai lebih efisien dan memangkas waktu tempuh ke Tenggarong maupun Samarinda dibandingkan jalur Bongan-Samarinda.

"Karena ada jalan pintas lewat seberang, banyak yang memilih lewat sini. Katanya lebih cepat sampai," jelasnya.

Faktor lain yang turut menyuburkan ‘panen rezeki’ para operator feri adalah belum adanya jembatan penyeberangan di lokasi tersebut. Hal ini membuat feri tetap menjadi satu-satunya pilihan bagi warga yang ingin menyeberangi Sungai Mahakam, terutama saat arus mudik dan balik Lebaran.

BACA JUGA:

5000 Lebih Warga Kubar Gunakan Kapal Selama Mudik Lebaran

Babe mengaku untuk setiap kendaraan yang menyeberang dikenakan tarif 5000 untuk sepeda motor dan 25.000 untuk kendaraan roda empat.

Selain operator feri, pedagang di sekitar pelabuhan juga ikut menikmati berkah mudik. Warung-warung makan dan penjual oleh-oleh ramai dikunjungi penumpang yang menunggu giliran menyeberang.

“Alhamdullilah pak, kadang orang istirahat bisa beli makanan ringan atau minuman,” ujar salah satu penujual.

Dinas Perhubungan Kutai Barat telah mengantisipasi lonjakan ini dengan memperketat pengawasan operasional feri, termasuk memastikan keselamatan dan ketersediaan armada. Masyarakat diimbau untuk tidak memaksakan penyeberangan jika kapasitas sudah penuh.

Dengan masih tingginya animo masyarakat menggunakan feri, diprediksi geliat ekonomi di sektor transportasi sungai ini akan bertahan hingga arus balik lebaran benar-benar mereda.

Rekomendasi Berita