Keterbatasan Tenaga Farmasi Tantangan Pengelolaan Obat di Mahulu

  • 05 Okt 2026 19:12 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Mahulu - Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di bidang kefarmasian masih menjadi tantangan dalam pengelolaan dan distribusi obat di Kabupaten Mahakam Ulu. Kondisi tersebut membuat tenaga yang tersedia harus menangani berbagai kebutuhan, mulai dari pengelolaan stok obat hingga pelayanan administrasi kefarmasian.

Selain mengelola persediaan obat untuk seluruh fasilitas kesehatan, tenaga kefarmasian juga bertanggung jawab melakukan verifikasi permintaan obat dari puskesmas. Tugas tersebut turut mencakup penyusunan laporan yang harus disampaikan kepada pemerintah pusat secara berkala.

Pejabat Teknis Pelaksana Kegiatan (PPTK) Seksi Kefarmasian Dinas Kesehatan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Mahulu Sofia Deang Wulun mengatakan, pelayanan kefarmasian di tingkat kabupaten saat ini masih ditangani oleh satu apoteker, satu asisten apoteker, serta petugas gudang farmasi. Ketersediaan tenaga tersebut dinilai belum sebanding dengan luas wilayah dan jumlah fasilitas kesehatan yang harus dilayani.

"Kalau untuk kabupaten sebenarnya kebutuhan maksimalnya tiga apoteker, sekarang satu apoteker menangani satu kabupaten, dua rumah sakit, dan seluruh puskesmas," kata Sofia, Senin, 5 Oktober 2026.

Menurutnya, kebutuhan tenaga farmasi semakin penting karena cakupan pelayanan kesehatan di Mahakam Ulu meliputi dua rumah sakit dan seluruh puskesmas yang tersebar di sejumlah kecamatan. Kondisi geografis wilayah yang luas juga menjadi pertimbangan dalam memastikan pengelolaan dan distribusi obat dapat berjalan secara optimal.

Keterbatasan SDM berpotensi menambah beban kerja tenaga kefarmasian yang tersedia, terutama ketika harus memastikan stok obat tetap terkendali dan kebutuhan setiap fasilitas kesehatan terpenuhi. Proses verifikasi permintaan hingga pelaporan juga membutuhkan ketelitian agar pengelolaan obat berjalan sesuai ketentuan.

Penambahan tenaga kefarmasian diharapkan dapat memperkuat sistem pengelolaan obat mulai dari perencanaan, penyimpanan, distribusi, hingga pelaporan. Dengan dukungan SDM yang lebih memadai, pelayanan kefarmasian di rumah sakit dan puskesmas diharapkan dapat berlangsung lebih efektif dan merata.

Pemenuhan kebutuhan tenaga farmasi menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas pelayanan kesehatan di Mahakam Ulu. Penguatan SDM di bidang tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah daerah memastikan ketersediaan obat sekaligus meningkatkan tata kelola kefarmasian di seluruh fasilitas kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....