Dokter Enggan Tugas di Luar Kota, Pemprov Kaltim Siapkan Insentif hingga Beasiswa

  • 01 Sep 2026 07:00 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Nusantara – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan berbagai dukungan untuk meningkatkan ketersediaan dokter dan dokter spesialis, termasuk pemberian insentif serta beasiswa pendidikan bagi putra-putri daerah.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mengatakan salah satu tantangan pemenuhan dokter di daerah adalah masih rendahnya minat sebagian tenaga medis untuk bertugas di wilayah yang jauh dari pusat perkotaan.

Menurut Rudy, kondisi geografis dan keterbatasan fasilitas menjadi pertimbangan bagi dokter untuk bekerja di daerah. Karena itu, pemerintah perlu memberikan dukungan yang lebih kuat, terutama bagi dokter spesialis.

“Daerah di Kaltim ini tempatnya jauh-jauh, penduduknya lagi sedikit, insentifnya sedikit,” kata Rudy saat memberikan sambutan pada pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kalimantan Timur periode 2025-2028 di Ibu Kota Nusantara, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Rudy mengatakan Pemprov Kaltim berupaya mengatasi persoalan tersebut melalui pemberian insentif yang lebih menarik bagi dokter spesialis.

“Tapi spesialis buat kami dok, insentifnya banyak buat dokter-dokter yang ada di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Selain insentif, Pemprov Kaltim juga memberikan kesempatan pendidikan bagi putra-putri daerah melalui program beasiswa, termasuk untuk pendidikan dokter, dokter spesialis dan subspesialis.

Rudy menyebut program tersebut mencakup pendidikan mulai jenjang S1 hingga S3. Dukungan pendidikan itu diharapkan dapat menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak lebih banyak tenaga kesehatan yang berasal dari Kaltim.

“Hari ini dokter yang mau melanjutkan untuk S2, S3, dokter spesialis maupun subspesialis, kami memberikan beasiswa,” ucapnya.

Ia menambahkan, bantuan pendidikan yang diberikan pemerintah dapat mencapai Rp30 juta setiap semester.

Menurut Rudy, langkah tersebut penting karena Kaltim membutuhkan lebih banyak dokter spesialis yang berasal dari daerah sendiri dan bersedia mengabdi di wilayah Kalimantan Timur.

Ia mengaku dalam lima tahun ke depan, Pemprov Kaltim menargetkan daerah semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan dokter spesialis.

Rudy berharap program insentif dan beasiswa tersebut dapat memperkuat ketersediaan tenaga kesehatan sekaligus memperluas pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....