Dinkes Kaltim Siapkan Masker hingga Air Bersih Antisipasi ISPA akibat Karhutla
- 30 Agt 2026 16:03 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Nusantara – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan logistik kesehatan untuk mengantisipasi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kondisi kering, debu, dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim dr. Jaya Mualimin mengatakan peningkatan kasus ISPA di Kalimantan Timur tergolong tidak signifikan. Meski demikian, pemerintah tetap meningkatkan pemantauan untuk mengantisipasi perubahan kondisi di lapangan.
“Kita surveilans setiap minggu. Sampai saat ini peningkatan ISPA belum signifikan,” kata Jaya usai pelantikan Pengurus IDI Kaltim di Ibu Kota Nusantara, Sabtu 29 Agustus 2026.
Jaya mengaku Dinkes Kaltim juga terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten dan kota untuk memantau perkembangan kasus serta kebutuhan logistik kesehatan di daerah.
Menurutnya sejumlah daerah, seperti Mahakam Ulu, Paser, dan Berau, telah meminta dukungan logistik untuk mengantisipasi dampak kondisi kering dan kualitas udara terhadap kesehatan masyarakat.
Logistik yang disiapkan antara lain masker, vitamin, obat-obatan, hingga kebutuhan air bersih. Jaya mengatakan sebagian bantuan untuk Mahakam Ulu telah dikirim karena wilayah tersebut mengalami peningkatan kondisi siaga akibat kekeringan.
“Mahakam Ulu sudah meminta dukungan dan sebagian logistik sudah kita kirim. Kita juga menyiapkan masker, vitamin, obat-obatan, termasuk dukungan air bersih,” ujarnya.
Menurut Jaya, langkah tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan Dinkes Kaltim menghadapi potensi peningkatan gangguan kesehatan akibat musim kering dan karhutla.
Ia meminta masyarakat, terutama kelompok rentan, menjaga kondisi kesehatan dan mengurangi paparan asap maupun debu apabila kualitas udara memburuk.
Dinkes Kaltim akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat dapat segera ditangani.
Jaya menegaskan kesiapsiagaan logistik diperlukan agar pemerintah dapat merespons dengan cepat apabila terjadi peningkatan kasus ISPA maupun kebutuhan kesehatan lainnya akibat kondisi lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....