Karang Taruna Kubar Edukasi 500 Pelajar Terkait Bahaya Narkoba
- 24 Jan 2026 17:17 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Karang Taruna Kabupaten Kutai Barat menggelar aksi nyata dalam memerangi peredaran gelap narkotika dengan menyelenggarakan talkshow edukasi bertajuk "Generasi Hebat Tanpa Narkoba". Kegiatan yang berlangsung di Lamin Melayu Taman Budaya Sendawar ini diikuti 500 siswa dari jenjang SMP, SMA hingga SMK, sebagai upaya preventif dini bagi kelompok usia produktif.
Ketua Karang Taruna Kutai Barat sekaligus Ketua Panitia, Tobi Rikardo, mengatakan kegiatan ini merupakan respons atas kekhawatiran terhadap maraknya peredaran narkoba yang kini mulai menyasar anak-anak muda di wilayah Kutai Barat.
"Tujuan utama kami adalah mengedukasi kelompok usia muda karena narkoba sudah masuk ke kalangan mereka. Kami ingin anak-anak memiliki pemahaman mendalam mengenai bahaya narkoba yang sudah merajalele di Kubar," ujar Tobi saat diwawancarai di sela acara, Sabtu 24 Januari 2026.
BACA JUGA:
Setelah RS Bekokong, Puskesmas Bentian Besar Kini Ikut Disorot
Peserta yang hadir didominasi oleh perwakilan dari sekolah-sekolah di sekitar Sendawar, antara lain SMKN 2, SMA 2, SMP 1, SMPK, dan SMPN 2 Sendawar. Guna memberikan dampak psikologis yang positif, panitia menghadirkan musisi ibu kota, Fandy Kerispatih, serta Pendeta Sandi Nugroho yang membagikan testimoni pribadinya sebagai mantan pecandu yang berhasil bangkit.
Sekretaris Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kutai Barat, Jamidi, yang hadir sebagai narasumber, mengapresiasi inisiatif ini. Ia menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam penanganan narkoba. Jamidi juga mensosialisasikan bahwa negara menjamin layanan Rehabilitasi BNN secara gratis bagi masyarakat yang ingin sembuh.
“Syarat untuk rehabilitasi adalah adanya keinginan sendiri dan tidak terbukti sebagai pengedar atau bandar. Kami mengimbau keluarga untuk berani melapor sebelum terlanjur berurusan dengan aparat penegak hukum,” kata Jamidi.
BACA JUGA:
Kasus RS Bekokong dan Dilema Tenaga Medis Urus Konstruksi
Dari sisi peserta, antusiasme terlihat tinggi. Jisa Olivia, siswi SMPN 2 Ngenyan Asa, mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai risiko fatal narkoba. "Saya jadi tahu kalau narkoba itu bisa merusak masa depan dan merugikan diri sendiri," ucapnya.

Para Narasumber memberikan mtaeri terdiri dari :Dewan Pengawas RSUD HIS, dr Waluyo Dwi Atmojo, Aipda Jatmiko selaku Bamin Urmindo Satresnarkoba Polres Kubar, Sekretaris BNK Kutai Barat, Jamidi, Pendeta Sandi Nugroho selaku tokoh agama dan diapndu ketua Kadin Kutai Barat, Hengki. Foto: RRI Sendawar/Andreas.
Menutup rangkaian acara, Tobi Rikardo menegaskan Karang Taruna Kubar berkomitmen menjadikan agenda edukasi ini sebagai program rutin tahunan. Ke depan, program akan dievaluasi dan dikembangkan agar tidak hanya menyasar kaum muda, tetapi juga menyentuh peran orang tua dalam pengawasan lingkungan keluarga.
Dalam talkshow ini karang taruna melibatkan narasumber ternama seperti ketua Dewan Pengawas RSUD HIS, dr Waluyo Dwi Atmojo, Aipda Jatmiko selaku Bamin Urmindo Satresnarkoba Polres Kubar, Sekretaris BNK Kutai Barat, Jamidi, Pendeta Sandi Nugroho selaku tokoh agama dan diapndu ketua Kadin Kutai Barat, Hengki.