Komentar Negatif Medsos Bisa Pengaruhi Mental Anak, Bupati Kubar: Harus Didampingi

  • 26 Jul 2026 13:45 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, mengingatkan bahwa komentar negatif di media sosial dapat memengaruhi kesehatan mental anak apabila tidak diimbangi dengan pendampingan dari orang tua dan tenaga pendidik. Karena itu, keluarga diminta menjadi garda terdepan dalam membimbing anak menggunakan teknologi digital secara bijak.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial telah membuka banyak peluang bagi anak untuk belajar dan memperoleh informasi. Namun, di balik manfaat tersebut terdapat berbagai risiko yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak apabila tidak diawasi dengan baik.

"Anak-anak kita menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Mereka rentan terhadap perundungan dan dampak negatif media sosial yang tidak terkontrol. Karena itu, mereka harus didampingi," ujarnya saat menutup Festival Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di Panggung Utama Taman Budaya Sendawar (TBS), Sabtu 25 Juli 2026.

Edwin menjelaskan, ancaman yang dihadapi anak saat ini tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga kekerasan psikis akibat perundungan, ujaran kebencian, komentar negatif, hingga paparan konten yang tidak sesuai dengan usia mereka. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kepercayaan diri, kesehatan mental, bahkan perilaku anak dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, ia mengimbau para orang tua dan guru membangun pola pengasuhan yang penuh kasih sayang serta menghindari kekerasan verbal dalam mendidik anak. Menurutnya, lingkungan keluarga yang hangat akan membuat anak lebih terbuka ketika menghadapi persoalan, termasuk tekanan yang muncul dari media sosial.

Bupati juga meminta orang tua tidak hanya membatasi waktu penggunaan gawai, tetapi aktif berdialog dengan anak mengenai aktivitas mereka di dunia digital. Pendampingan tersebut penting agar anak mampu memilah informasi, menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, dan tidak mudah terpengaruh oleh komentar maupun konten negatif.

"Orang tua dan guru harus hadir memberikan pengawasan yang bijak agar anak-anak mengonsumsi informasi yang sehat," ucapnya.

Selain pengawasan di ruang digital, Frederick Edwin menekankan pentingnya keterlibatan kedua orang tua, termasuk peran ayah, dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Menurutnya, keluarga merupakan benteng pertama yang membentuk karakter, kepribadian, dan ketahanan mental anak dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital.

Ia berharap peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk semakin peduli terhadap kesehatan mental anak sekaligus memperkuat kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak di Kutai Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....