Menjaga Marwah Identitas Daerah Pemkab Kubar Gelar Pentas Seni dan Budaya

  • 25 Jul 2026 09:53 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat kembali menggelar Pentas Seni dan Budaya Tahun 2026 sebagai upaya melestarikan identitas daerah sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal. Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Budaya Sendawar (TBS), Kecamatan Barong Tongkok, pada 24–27 Juli 2026.

Pentas Seni dan Budaya 2026 secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kutai Barat, Erik Victory, yang mewakili Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin. Kegiatan yang diinisiasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Budaya Sendawar bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Barat itu menjadi bagian dari upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Erik Victory, pemerintah menyampaikan apresiasi kepada panitia, seniman, sanggar seni, dan masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

"Esensi pelestarian budaya daerah malam ini bukan sekadar panggung hiburan. Kegiatan ini merupakan komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Kutai Barat untuk menjaga marwah identitas daerah. Kami mengapresiasi seluruh panitia, seniman, sanggar seni, dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini," ujar Erik membacakan sambutan Bupati. Jumat 24 Juli 2026 malam.

Ia menegaskan, keberagaman etnis yang dimiliki Kutai Barat merupakan kekayaan budaya yang harus terus dijaga sebagai perekat persatuan. Karena itu, generasi muda perlu menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal agar nilai-nilai luhur tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kutai Barat, Kamius Junaidi, mengatakan pemerintah daerah mulai mengaktifkan kembali berbagai agenda kebudayaan pada 2026. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pelestarian budaya sekaligus memperluas ruang berekspresi bagi para seniman daerah.

"Mulai tahun 2026 ini kami mengaktifkan kembali kegiatan kebudayaan untuk meningkatkan kualitas pelestarian sekaligus memperbanyak ruang pementasan seni. Program ini merupakan bagian dari kegiatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang selaras dengan program Kementerian Kebudayaan," kata Kamius.

Ia menambahkan, penyelenggaraan kegiatan di Taman Budaya Sendawar juga menjadi upaya mengoptimalkan fungsi UPT Taman Budaya sebagai pusat aktivitas, pembinaan, dan pengembangan seni budaya di Kabupaten Kutai Barat.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berharap Pentas Seni dan Budaya tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga menjadi wadah pelestarian warisan budaya, penguatan identitas daerah, serta sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....