Pemkab Kutai Barat Kejar Target Serapan Anggaran 100 Persen di Akhir Tahun

  • 30 Jul 2026 06:57 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat memacu kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengejar target penyerapan anggaran belanja 100 persen pada semester kedua tahun 2026. Langkah ini diambil setelah realisasi belanja daerah pada semester pertama tercatat baru mencapai 25,51 persen.

Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menyampaikan optimisme tersebut saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kutai Barat dalam rangka Penyampaian Nota Pengantar Laporan Realisasi Semester I dan Prognosis 6 Bulan Berikutnya APBD Tahun Anggaran 2026 di Sendawar, Rabu 29 Juli 2026.

"Pemerintah daerah terus berupaya dan bekerja keras meningkatkan penerimaan pendapatan serta realisasi belanja daerah, sehingga target dapat tercapai secara maksimal hingga 31 Desember 2026," ujar Edwin di hadapan pimpinan dan anggota dewan.

Berdasarkan data Laporan Realisasi APBD Semester I (Januari–Juni 2026), Pemkab Kutai Barat baru membelanjakan Rp914,863 miliar dari total target Belanja Daerah sebesar Rp3,585 triliun. Rendahnya angka penyerapan tersebut dipengaruhi oleh kinerja Belanja Modal yang baru terealisasi 2,10 persen atau setara Rp21,103 miliar dari target Rp1,002 triliun.

Sementara itu, pos Belanja Operasi telah terealisasi sebesar Rp779,442 miliar (34,75 persen) dan Belanja Transfer sebesar Rp114,317 miliar (34,45 persen).

Untuk mengejar ketertinggalan di sisa enam bulan ke depan (Juli–Desember 2026), Pemkab Kutai Barat akan mengandalkan percepatan pelaksanaan program kerja dan proyek pembangunan. Kendati demikian, pencapaian target 100 persen ini bergantung pada ketepatan waktu penyaluran dana transfer dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Bupati menambahkan bahwa hasil evaluasi dan laporan prognosis semester pertama ini akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam menyusun Perubahan APBD 2026. Data realisasi ini memungkinkan pemerintah daerah untuk melakukan pergeseran, penambahan, atau penyesuaian alokasi anggaran belanja antar-komponen.

Selain memaparkan evaluasi keuangan, Bupati Frederick Edwin juga mengajak seluruh elemen masyarakat Kutai Barat untuk tetap menjaga ketertiban dan kerukunan wilayah. Kondisi lingkungan yang kondusif dinilai menjadi kunci utama agar seluruh program pembangunan daerah dapat berjalan lancar tanpa hambatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....