Pendapatan Kubar Diproyeksikan Turun Menjadi Rp2,64 Triliun pada 2027
- 07 Jul 2026 04:43 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) memproyeksikan pendapatan daerah pada Tahun Anggaran (TA) 2027 sebesar sekitar Rp2,64 triliun.
Proyeksi tersebut disampaikan Bupati Kubar, Frederick Edwin saat menyampaikan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2027 dalam Rapat Paripurna VI Masa Sidang II DPRD Kutai Barat, Senin 6 Juli 2026.
Target pendapatan tersebut menjadi dasar penyusunan kebijakan belanja dan pembiayaan daerah pada tahun depan.
Pemerintah daerah menilai penyusunan APBD 2027 harus dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global.
Bupati Frederick Edwin mengatakan kondisi perekonomian Kubar pada 2027 masih dipengaruhi ketidakpastian global, terutama fluktuasi harga komoditas batu bara dan kelapa sawit yang selama ini menjadi penopang utama aktivitas ekonomi daerah.
Karena itu, kebijakan fiskal disusun lebih hati-hati agar program pembangunan tetap berjalan optimal.
"Dalam penyusunan Rancangan KUA dan PPAS ini, pemerintah tetap memastikan efektivitas pembangunan untuk mendukung reformasi birokrasi, mempercepat transformasi ekonomi, meningkatkan produktivitas dan daya saing daerah yang difokuskan pada pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan infrastruktur," ujar Edwin.
Jika dibandingkan dengan rancangan APBD Tahun Anggaran 2026, proyeksi pendapatan 2027 mengalami penurunan. Pada rancangan APBD 2026, pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp2,81 triliun, sedangkan pada KUA-PPAS 2027 diproyeksikan sekitar Rp2,64 triliun atau berkurang sekitar Rp170 miliar.
Penurunan proyeksi tersebut menunjukkan pemerintah daerah mulai mengantisipasi potensi perlambatan penerimaan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Kemampuan PAD Masih Jadi Tantangan
Di sisi lain, kemampuan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga masih menjadi tantangan. Berdasarkan data APBD 2026, target PAD Kubar sebesar Rp247,41 miliar. Hingga Juni 2026, realisasinya baru mencapai sekitar Rp39,34 miliar atau 15,9 persen dari target, sehingga optimalisasi pendapatan daerah masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah kabupaten.
Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, Pemkab Kubar menetapkan lima arah kebijakan pembangunan, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis nilai tambah, memperkuat iklim investasi, menciptakan lapangan kerja dan menekan kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta membangun tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
Sementara prioritas pembangunan difokuskan pada peningkatan pelayanan dasar, transformasi ekonomi, pemerataan infrastruktur, dan reformasi birokrasi berbasis digital.
Rancangan KUA dan PPAS selanjutnya akan dibahas bersama DPRD Kubar hingga menghasilkan nota kesepakatan sebagai dasar penyusunan RAPBD Tahun Anggaran 2027.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....