Keluhan Masyarakat Meningkat, Adrianus Tinggalkan Rencana RDP Tempuh Komunikasi

  • 29 Sep 2026 18:03 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mendorong DPRD Kubar, mengambil langkah cepat untuk mendapatkan kejelasan mengenai kondisi kelistrikan yang terjadi.

Anggota DPRD Kubar, Adrianus mengatakan, sebelumnya ia berencana memanggil PLN melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP), untuk meminta penjelasan mengenai pemadaman listrik yang telah berlangsung dan dikeluhkan masyarakat.

Namun, pelaksanaan RDP tidak dapat dilakukan dalam waktu dekat karena harus melalui Badan Musyawarah (Bamus) DPRD. Jika mengikuti proses tersebut, RDP dengan PLN baru berpotensi dilaksanakan pada Oktober.

Di tengah banyaknya keluhan masyarakat, Adrianus kemudian menyampaikan rencana pemanggilan PLN melalui pemberitaan media. Langkah itu dilakukan agar persoalan pemadaman mendapat kejelasan.

Setelah pemberitaan itu muncul, pihak PLN kemudian menghubungi Adrianus secara langsung, untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi kelistrikan di Kubar.

“Karena tuntutan dari masyarakat kemarin menginginkan proses kejelasan terkait dengan pemadaman bergilir ini, mereka ingin mendapatkan informasi cepat, saya sendiri mengambil langkah untuk berkoordinasi secara langsung,” kata Adrianus, Selasa 29 September 2026.

Dua Mesin Pembangkit Rusak

Dalam komunikasi tersebut, Adrianus memperoleh penjelasan mengenai kondisi pembangkit di wilayah kerja PLN ULP Melak. Dua mesin pembangkit disebut mengalami gangguan sehingga tidak dapat berfungsi.

Kondisi itu membuat kemampuan pembangki tidak lagi mampu melayani seluruh pelanggan seperti ketika seluruh mesin beroperasi normal. PLN kemudian menerapkan pemadaman bergilir untuk menyesuaikan pasokan listrik dengan kemampuan pembangkitan yang tersedia.

Adrianus juga memperoleh informasi, PLN sedang mempercepat penyiapan mesin pembangkit baru berkapasitas 5 megawatt. Mesin tersebut sebenarnya direncanakan untuk memenuhi perkembangan kebutuhan listrik pelanggan tahun depan.

Namun, karena terjadi gangguan pada dua mesin saat ini, membuat proses pemasangan mesin baru itu dipercepat. Progres di lapangan saat ini telah memasuki tahap land clearing untuk lokasi pemasangan mesin.

“Memang dua mesin mengalami gangguan tidak berfungsi. Sekarang mereka sedang menyiapkan lahan untuk mesin baru. Itu prosesnya sudah dalam tahap land clearing,” ujarnya.

Ditargetkan Kembali Normal Sebelum November

Menurut Adrianus, PLN menargetkan mesin baru tersebut dapat beroperasi dan kondisi kelistrikan kembali normal sebelum pelaksanaan Festival Dahau dalam rangka HUT Kubar, bulan November 2026. Meski demikian, target tersebut masih bergantung pada proses pemasangan dan pengoperasian sehingga belum dapat dipastikan sepenuhnya.

Sembari menunggu mesin baru terpasang, PLN juga disebut berupaya mengoptimalkan mesin yang masih dapat beroperasi. PLN akan memberikan pembaruan informasi mengenai perkembangan penanganan kepada pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif.

“Mereka juga menyampaikan permohonan maaf, karena tidak ada koordinasi atau konfirmasi ke pemerintah dan DPRD, terkait dengan pemadaman yang terjadi akhir-akhir ini,” UCAP Adrianus.

Kendati demikian, Ia mengaskan, DPRD tidak hanya menerima atau menunggu informasi, tetapi juga akan memantau progres di lapangan. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kondisi yang disampaikan PLN benar-benar sesuai dengan perkembangan penanganan yang tengah dilakukan di lapangan.

RDP Tak Dilanjutkan, Namun Pengawasan Tetap Berjalan

Lebih lanjut dikatakan, informasi yang diperoleh melalui komunikasi dengan PLN pada dasarnya merupakan hal yang sebelumnya ingin didapatkan DPRD Kubar melalui RDP bersama perusahaan plat merah tersebut.

“RDP kita anggap tidak perlu kita lakukan, karena informasi yang kita ingin peroleh melalui rapat kerja dengan pihak PLN, sudah kita dapatkan. Artinya lewat komunikasi ini sudah jelas, karena kalau kita menunggu rencana rapat kerja itu, ya pasti dikeluh lagi oleh masyarakat, karena terlalu lama,” kata Adrianus.

Kata Adrianus, tidak dilanjutkannya RDP bukan berarti DPRD Kubar mengabaikan persoalan pemadaman listrik bergilir akhir-akhir ini. DPRD tetap memiliki tanggung jawab untuk memantau perkembangan penanganan dan memastikan langkah yang disampaikan PLN benar-benar berjalan.

“Kita juga memantau progres itu, jangan sampai apa yang disampaikan ini tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Kita memastikan apa yang disampaikan oleh mereka memang benar apa adanya,” ujar Adrianus.

Penanganan Diharap Berjalan Sesuai Rencana

Ia mengatakan, DPRD Kubar sebelumnya ingin mengetahui penyebab pemadaman secara jelas agar dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat. Terlebih, muncul sejumlah isu di publik mengenai dugaan adanya unsur kesengajaan atau penghematan dalam penerapan pemadaman bergilir.

Dari hasil komunikasi dan pengecekan yang dilakukan, Politisi Demokrat tersebut memastikan gangguan yang terjadi memang berkaitan dengan kondisi dua mesin pembangkit di ULP Melak. Persoalan itu kini mendapat perhatian dan penanganan dari PLN.

“Isu yang muncul di publik terkait adanya penghematan bahan bakar, namun setelah kita konfirmasi dan kita cek, hal itu tidak terjadi. Memang faktor keadaan di lapangan karena pembangkitnya yang rusak,” ujar Adrianus.

Adrianus menambahkan, persoalan kelistrikan Kubar juga telah diteruskan hingga tingkat pusat. PLN disebut terus mencari langkah untuk memperbaiki kondisi pelayanan listrik di Kubar.

Ia berharap, proses penanganan berjalan sesuai dengan rencana sehingga pemadaman bergilir tidak berlangsung lebih lama dari yang diperlukan. DPRD akan tetap memantau perkembangan sampai kondisi kelistrikan kembali normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....