Sosperda Kepemudaan, Yonavia Dorong Pemuda Kubar Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
- 28 Mar 2026 16:46 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Yonavia, menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 08 Tahun 2022 tentang Kepemudaan di Kampung Balok Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Sabtu 28 Maret 2026.
Kegiatan ini menghadirkan mantan Kepala BKAD Kutai Barat sekaligus mantan Asisten III Setkab Kubar, Sahadi sebagai narasumber serta diikuti masyarakat dan pemuda setempat.
Pemuda Harus Jadi Kekuatan Pembangunan
Dalam pemaparannya, Yonavia menegaskan bahwa pemuda merupakan aset penting daerah sekaligus calon pemimpin masa depan. Karena itu, penguatan kapasitas dan peran pemuda menjadi fokus utama dalam pembangunan.
“Pemuda ini adalah aset daerah. Kita ingin pemuda di Balok Asa bisa bertumbuh, aktif dalam kegiatan positif, dan ikut mendorong kemajuan kampungnya,” ujar Yonavia.
Ia juga mendorong agar organisasi kepemudaan seperti karang taruna kembali diaktifkan, sehingga menjadi wadah pengembangan diri dan kegiatan produktif.

Perda Kepemudaan: Hak, Peran, dan Pengembangan
Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan, Perda Nomor 08 Tahun 2022 mengatur berbagai aspek kepemudaan, mulai dari definisi, hak, hingga peran strategis pemuda.
Pemuda didefinisikan sebagai warga negara berusia 16 hingga 30 tahun yang memiliki potensi besar dalam pembangunan. Sementara pembangunan kepemudaan dilakukan melalui penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan.
Perda ini menegaskan tiga peran utama pemuda, yakni sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan. Peran tersebut diwujudkan melalui peningkatan kesadaran hukum, partisipasi dalam kebijakan publik, hingga pengembangan kewirausahaan dan kepemimpinan.
Selain itu, pemuda juga memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dari pengaruh negatif, akses pelatihan, hingga kesempatan terlibat dalam pengambilan keputusan program kepemudaan.
Dorong UMKM dan Kreativitas Pemuda
Yonavia juga mendorong pengembangan ekonomi kreatif di kalangan pemuda, termasuk melalui pelatihan UMKM dan pengelolaan limbah menjadi produk bernilai ekonomis.
Anggota Komisi II DPRD Kaltim ini mencontohkan pemanfaatan sampah botol plastik yang dapat diolah menjadi kerajinan seperti gantungan kunci, yang tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga menambah penghasilan.
“Kita ingin pemuda di Balok Asa bisa mandiri secara ekonomi dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Olahraga Jadi Sarana Pembinaan Pemuda
Selain ekonomi, Yonavia yang juga aktif di bidang olahraga sebagai Sekretaris Persatuan Senam Indonesia (Persani) Kaltim dan Ketua Pengprov Pengurus Besar Tinju Indonesia Kaltim, berencana mendorong pembinaan pemuda melalui kegiatan olahraga.
Dalam waktu dekat, kegiatan “Kubar Bejagur Season 5” akan kembali digelar, serta roadshow olahraga ke sejumlah kecamatan di Kutai Barat.
Soroti CSR Perusahaan, DPRD Bentuk Pansus
Dalam kesempatan itu, Yonavia juga menyinggung pembentukan Panitia Khusus (Pansus) terkait Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR perusahaan di Kalimantan Timur.
Menurutnya, banyak laporan CSR perusahaan terlihat baik di atas kertas, namun belum tentu sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kita akan uji petik langsung ke perusahaan-perusahaan, termasuk di Kutai Barat dan Mahakam Ulu, untuk memastikan CSR benar-benar tepat sasaran,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan perusahaan tidak hanya mengambil keuntungan, tetapi juga meninggalkan dampak positif bagi masyarakat, termasuk bagi pemuda lokal.
Wakil rakyat asal Kubar ini juga meminta perusahaan mamanfaatkan CSR untuk membina kaum muda di daerah, baik melalui pelatihan atau beasiswa.
“Jangan sampai pemuda-pemudi kita jadi penonton,” ujarnya.

Tantangan Pemuda di Tengah Perlambatan Ekonomi
Sementara itu, Sahadi menyoroti tantangan nyata yang dihadapi pemuda saat ini, terutama akibat perlambatan ekonomi global yang berdampak pada meningkatnya pengangguran.
“Pemberdayaan pemuda itu harga mati. Banyak pemuda yang belum bekerja, apalagi peluang masuk ke pemerintahan semakin terbatas,” katanya.
Ia mengajak pemuda untuk memanfaatkan potensi lokal, seperti sektor pariwisata dan pertanian berbasis teknologi modern. Sahadi juga mengingatkan pentingnya menjaga generasi muda dari bahaya narkoba.
Pensiunan PNS ini juga mengingatkan potensi lokal yang belum tergarap maksimal seperti karet. Ia meminta agar masyarakat tidak mudah jual lahan atau alih fungsi jadi perkebunan kelapa sawit.
“Jangan sampai lahan produktif seperti karet dialihfungsikan begitu saja menjadi sawit. Pemuda harus bisa melihat peluang dan berinovasi,” ucapnya tegas.
Dengan sosialisasi ini, diharapkan pemuda di Kampung Balok Asa semakin memahami peran dan tanggung jawabnya, serta mampu menjadi penggerak pembangunan daerah yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....