CSR Kubar Didorong Berdampak Jangka Panjang Bagi Masyarakat

  • 28 Mar 2026 07:32 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Forum CSR Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mendorong seluruh perusahaan, baik disektor pertambangan batubara maupun perkebunan kelapa sawit agar tidak hanya menyalurkan program tanggung jawab sosial secara seremonial, tetapi mulai mengarah pada program yang berdampak jangka panjang bagi pembangunan daerah.

Ketua Forum CSR Kubar, Paulus Kadok, mengatakan kontribusi CSR selama ini masih didominasi kegiatan yang bersifat bantuan sesaat, seperti kegiatan keagamaan maupun event-event besar.

“Jadi kalau perusahaan membantu CSR untuk Kubar ini, harusnya bukan yang hanya sekadar membantu rehab gereja, masjid, event-event besar atau lainnya. Ya itu tidak apa-apa, itu tetap saja silakan,” kata Paulus Kadok, Sabtu 28 Maret 2026.

Namun, ia menekankan pentingnya pergeseran arah program CSR ke sektor yang lebih strategis, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia serta mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat

“Yang kita harapkan, Perusahaan ini benar-benar berkontribusi, ada sesuatu yang sangat bernilai dilakukan untuk jangka panjang di Kubar, misalnya di bidang SDM,” ujarnya.

CSR Untuk Peningkatan SDM

Sebagai contoh, ia menyinggung keberhasilan daerah lain dalam memanfaatkan CSR untuk pembangunan pendidikan, seperti di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Di sana, dua perusahaan saja bisa membangun fasilitas pendidikan untuk ilmu ekonomi dan itu bagus. Nah di Kutai Barat ini apa?, harusnya ada juga hal-hal semacam itu,” katanya.

Paulus Kadok juga menyoroti potensi pengembangan Politeknik Sendawar (Polsen) yang dinilai masih membutuhkan dukungan fasilitas agar lebih diminati Masyarakat dan itu sangat memungkinkan dilakukan melalui program CSR Perusahaan.

“Itu kalau dibangun gedung dan fasilitas yang representatif, saya yakin mahasiswa dengan sendirinya akan mau kuliah di sana. Tetapi kalau melihat secara fisik saja tidak menarik, bagaimana orang bisa percaya diri untuk kuliah di situ,” ucapnya.

Selain Pendidikan lanjut Kadok, sektor lain seperti olahraga dan pariwisata juga dinilai memiliki potensi besar untuk didukung melalui program CSR, terutama dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan perekonomian masyarakat.

Ia menambahkan, keterbatasan anggaran pemerintah menjadi alasan pentingnya optimalisasi CSR. Program CSR ini tentu bisa menjadi solusi alternatif dalam mendukung pembangunan daerah, terutama untuk program-program yang membutuhkan pendanaan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....