Harga Tiket Pesawat Samarinda–Melak Dipatok Mulai Rp842 Ribu–Satu jutaan
- 10 Jun 2026 13:08 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Pembukaan kembali rute penerbangan Samarinda–Melak mulai 17 Juni 2026 membawa kabar baik bagi masyarakat Kutai Barat. Selain memangkas waktu perjalanan menjadi sekitar 45 menit, harga tiket yang ditawarkan Wings Air dinilai masih dalam jangkauan masyarakat.
Station Manager Lion Group Wings Air Melak, Andi Muh Dhevara Saputra, mengatakan harga tiket rute Samarinda–Melak dan Melak–Samarinda bervariasi sesuai ketersediaan kursi dan kelas tarif yang dipilih penumpang.
Untuk rute Samarinda–Melak, harga tiket terendah dipatok Rp922.200 dan tertinggi Rp1.034.200. Sementara untuk rute Melak–Samarinda, harga tiket berkisar antara Rp870.200 hingga Rp982.200.
"Harga tiket menyesuaikan kelas tarif yang tersedia. Ada harga terendah dan harga tertinggi sesuai kuota kursi yang masih tersedia," ujarnya saat rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dan manajemen Wings Air, Selasa 9 Juni 2026.
Sementara itu untuk pemesanan tiket kini bisa dilakukan secara daring atau online melalui aplikasi dan situs Bookcabin.com.
Berdasarkan harga yang tertera di situs tersebut, harga tiket Melak-Samarinda dipatok mulai Rp842.200 hingga Rp1.087.500. Sementara Rute Samarinda-Melak berkisar antara Rp 894.200 hingga Rp1.139.500.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kutai Barat, Rita Nursandy, menyambut positif tarif yang ditawarkan maskapai. Menurutnya, harga tersebut lebih terjangkau dibanding sejumlah penerbangan perintis atau rute lain yang pernah ditawarkan ke Kutai Barat.
"Kami sempat khawatir tarifnya terlalu tinggi. Ternyata setelah kami cek, harganya di kisaran Rp900 ribuan dan bahkan ada kelas tertentu yang lebih murah. Mudah-mudahan masyarakat bisa menjangkaunya," kata Rita.
Ia menilai kehadiran penerbangan langsung ke Samarinda tidak hanya memberikan kemudahan transportasi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Waktu tempuh yang lebih singkat akan membantu masyarakat yang memiliki urusan pemerintahan, bisnis, maupun investasi di ibu kota provinsi.
Menurut Rita, selama ini biaya dan waktu perjalanan menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam memilih moda transportasi. Karena itu, tarif yang kompetitif menjadi salah satu faktor penting agar rute baru tersebut dapat bertahan dan berkembang.
"Kita berharap masyarakat memanfaatkan layanan ini. Semakin banyak penumpang yang menggunakan penerbangan Samarinda–Melak, semakin besar peluang rute ini beroperasi secara berkelanjutan," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha mendukung keberlangsungan rute tersebut agar konektivitas udara yang sempat terhenti hampir empat tahun dapat terus berjalan dan memberi manfaat bagi daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....