Jalur ‘Horor’ Gunung Lantuk - Bentian Besar Segera Diperbaiki

  • 25 Jan 2026 20:31 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Titik-titik rawan di sepanjang jalur Simpang Kalteng – Bentian Besar kabupaten Kutai Barat, khususnya jalur Gunung Lantuk dan Gunung Pancoran yang dikenal sebagai "jalur horor" oleh warga setempat, akhirnya mulai tersentuh perbaikan.

Area ini merupakan jalur dengan tanjakan ekstrem yang sering menyebabkan kendaraan gagal nanjak, sehingga fungsionalitas jalan di titik ini harus segera dipulihkan agar mobilitas warga tidak lumpuh total.

Lokasi Gunung Lantuk dan Gunung Pancoran memiliki karakteristik tanjakan dan turunan yang tajam. Jika kondisi jalan rusak dan licin akibat hujan, risiko kecelakaan sangat tinggi, sehingga penanganan dengan agregat dan rencana cor beton (rigid) difokuskan di sini.

BACA JUGA:

Penantian Panjang Berakhir, Jalan Rusak Bentian Besar Mulai Diperbaiki

Kabag Teknik PT Bumi Karsa, Lalu Syamsul Wathoni mengatakan, jalur ini adalah urat nadi distribusi antara Kaltim dan Kalteng, sehingga Kontraktor menyiagakan alat berat secara khusus di titik ini (seperti Excavator dan Vibro) karena jika jalur ini terputus, distribusi logistik dan kebutuhan pokok masyarakat akan terhenti.

Secara teknis, penanganan di area Gunung Lantuk dan Gunung Pancoran mencakup penggunaan cor beton (rigid) dan agregat sesuai dengan tingkat kerawanan tanah di lokasi tersebut. Pihak pelaksana telah menyiagakan alat berat seperti Vibro dan Grader tepat di titik-titik tersebut untuk memastikan penanganan berjalan cepat.

“Di gunung Lantuk itu memang jalur rawan kecelakaan sehingga kami menyiagakan alat berat di sana. Jalur ini juga jadi prioritas perbaikan karena untuk kebutuhan angkutan logistik dan material,” kata Lalu saat peninjauan lapangan, Minggu 25 Januari 2026.

BACA JUGA:

Perjuangkan Infrastruktur, Bupati Kubar Sambangi Balai Jalan Kaltim

Selain Gunung Lantuk, pihaknya akan memprioritaskan titik-titik kerusakan parah untuk memastikan jalan dapat dilalui dengan aman melalui penimbunan agregat.

"Fokus kami adalah fungsionalitas jalan. Nanti kita lakukan penimbunan agregat agar masyarakat tidak lagi terhambat lumpur dan lubang dalam," ujarnya.

Kepala Plant dan Peralatan, Ir. Umar, menambahkan bahwa persiapan teknis di lapangan telah mencapai tahap krusial. Sembilan unit alat berat, termasuk excavator, grader, dan vibro, telah dikerahkan ke titik-titik kritis seperti Odang, Gunung Lantuk, hingga Gunung Pancoran. Selain itu, fasilitas Asphalt Mixing Plant (AMP) sudah siap beroperasi, sementara Batching Plant dan Crusher ditargetkan berfungsi penuh pada Februari mendatang.

BACA JUGA:

Jalan Rusak Parah, Warga Bentian Besar Ancam Tutup Akses

Adapun proyek peningkatan dan preverasi jalan ini akan dilakukan sepanjang 90 Km, dengan dukungan anggaran APBN sebesar Rp183 miliar, dengan masa pengerjaan hingga 2027.

Untuk menjaga kualitas jalan yang sedang diperbaiki, pihak pelaksana telah memasang rambu pembatasan muatan maksimal 8 ton. Hal ini dilakukan karena kendaraan pengangkut CPO yang sering melampaui tonase dan cuaca hujan ekstrem menjadi faktor utama percepatan kerusakan jalan di wilayah Bentian Besar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....