Penantian Berakhir, Jalan Rusak Bentian Besar Mulai Diperbaiki

  • 25 Jan 2026 19:15 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Harapan warga di sepanjang jalur Simpang Kalteng hingga kecamatan Bentian Besar dan perbatasan Kalimantan Tengah untuk memiliki akses jalan yang layak mulai terwujud. Pasalnya saat ini PT Bumi Karsa resmi memulai proyek peningkatan dan preservasi jalan nasional sepanjang 90 kilometer dengan alokasi anggaran APBN senilai Rp183 miliar.

Langkah awal difokuskan pada pemeliharaan darurat berupa penimbunan agregat di titik-titik rusak parah guna memastikan jalur segera fungsional.

Kepala Bagian Teknik PT Bumi Karsa, Lalu Syamsul Wathoni, mengatakan proyek tahun jamak (multi-years) ini akan dikerjakan secara bertahap hingga tahun 2027. Dari total panjang 90 km, penanganan intensif akan dilakukan pada 22 km jalan yang mengalami kerusakan paling berat, termasuk di wilayah Km 7, Km 11, serta area tanjakan ekstrem di Gunung Lantuk dan Gunung Pancoran.

"Kita akan mulai dari STA 0 sampai STA 40. Fokus kami saat ini adalah fungsionalitas jalan dulu. Kami melakukan penimbunan agregat dulu agar masyarakat tidak lagi terhambat oleh lumpur dan lubang dalam, terutama saat cuaca ekstrem," ujar Lalu Syamsul saat melakukan peninjauan lapangan pada Minggu 25 Januari 2026.

BACA JUGA:

Jalan Rusak Parah, Warga Bentian Besar Ancam Tutup Akses

Syamsul menjelaskan, metode pengerjaan yang diterapkan akan menyesuaikan kondisi lapangan. Beberapa titik akan diperkuat dengan cor beton (rigid pavement), sementara ruas lainnya akan menggunakan pengaspalan dan perkerasan agregat. Strategi ini diambil mengingat kondisi tanah yang labil serta tingginya intensitas kendaraan berat, khususnya angkutan CPO yang mempercepat kerusakan jalan.

“Saat ini kami sudah mulai perbaikan di titik-titik yang rusak parah. Hanya memang kita harapkan kendaraan ODOL termasuk CPO untuk mengikuti ketentuan 8 ton sesuai kelas jalan,” katanya.

BACA JUGA:

Warga Bentian Tuding Truk CPO-ODOL Jadi Penyebab Kerusakan Jalan

Untuk mendukung percepatan proyek, PT Bumi Karsa yang merupakan bagian dari Kalla Group telah menyiagakan 9 unit alat berat di lokasi-lokasi rawan seperti Odang dan Gunung Lantuq. Selain itu, fasilitas pendukung seperti Asphalt Mixing Plant (AMP) juga siap beroperasi, sementara Batching Plant dan alat pemecah batu (crusher) ditargetkan mulai berfungsi pada Februari mendatang.

Kepala Plant dan Peralatan, Umar T, menambahkan persiapan material dan armada terus dikebut. "Saat ini ada 6 unit Dump Truck, Excavator, Grader, Vibro, hingga Loader yang sudah ditempatkan di titik-titik situasi rawan. Kami berupaya maksimal agar target operasional Februari bisa tercapai," ujarnya.

Pantauan RRI di lapangan, sejumlah alat berat sudah mulai beroperasi memperbaiki jalan yang rusak parah di KM 286. Pihak kontraktor juga mulai menurunkan material koral dan langsung dilakukan perkerasan. Selain itu, sejumlah ruas juga tengah dibangun drainase untuk penahan air.

BACA JUGA:

Kerusakan Jalan Nasional di Bentian Besar Kian Memprihatinkan

Meskipun baru dimulai, para pengguna jalan mulai merasakan dampak perbaikan yang dilakukan. “Syukurlah ini mulai diperbaiki, karena jalan kami sudah bertahun-tahun rusak parah,” kata Yalon, salah satu warga Simpang Kalteng.

Selain perbaikan badan jalan, proyek ini juga mencakup program preservasi rutin seperti pemotongan rumput di bahu jalan dan pengecatan jembatan. Untuk menjaga keawetan jalan yang sedang diperbaiki, petugas telah memasang rambu peringatan maksimal muatan 8 ton.

Kerjasama masyarakat dan pelaku usaha angkutan sangat diharapkan agar perbaikan jalan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi konektivitas antarprovinsi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....