Puluhan Kendaraan di Samarinda Rusak Akibat BBM Oplosan

  • 05 Apr 2025 21:00 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar : Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr. Yulianus Henock Sumual, kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait dugaan peredaran Bahan Bakar Minyak (BBM) oplosan di Kalimantan Timur.

Investigasi ini dilakukan sebagai respons atas banyaknya keluhan masyarakat soal kendaraan yang brebet, mogok, hingga mengalami kerusakan setelah mengisi BBM. Kali ini, Senator asal Kutai Barat itu mendatangi sebuah bengkel motor di kawasan Sempaja, Kota Samarinda, Sabtu (5/4/2025).

Di tempat tersebut, Yulianus menemukan puluhan kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang harus menjalani perbaikan akibat BBM bermasalah. Yulianus tidak hanya meninjau, tetapi juga memeriksa langsung BBM yang dikuras dari tangki kendaraan.

Ia sempat bertanya kepada seorang teknisi bengkel, tentang jumlah kendaraan yang rusak akibat BBM bermasalah.

“Mas ada berapa unit mobil atau motor yang masuk bengkel akibat BBM bermasalah,” tanya Yulianus pada seorang teknisi otomotif.

Pekerja bengkel mengaku sudah belasan hingga puluhan kendaraan yang mereka perbaiki dalam beberapa minggu terakhir akibat bermasalah dengan BBM.

“Kalau dari sebelum lebaran, kisaran mulai dari 15 sampai puluhan pak,” jawab teknisi itu kepada Yulianus.

Dari hasil pemeriksaan sementara, BBM diduga tercampur air dan zat kimia lain yang menyebabkan mesin kehilangan tenaga hingga mati total. Dua botol berisi sampel BBM hasil kurasan pun ditunjukkan kepada Yulianus. Selain itu teknisi bengkel juga memperlihatkan pompa bensin dan filter BBM mobil yang harus diganti akibat BBM oplosan.

“Dampak BBM ini bikin kendaraan low power dan brebet-brebet sehingga ini harus diganti,” jeasnya.

Pengakuan Korban: "Baru Isi Pertalite, Langsung Mogok"

Yulianus kemudian menanyakan lagi ke salah satu supir kendaraan yang juga baru masuk bengkel dengan keluhan yang sama. Sang supir mengaku ia baru saja mengisi BBM Pertalite di salah satu SPBU. Setelah itu kendaraannya malah brebet dan harus masuk bengkel.

“Jadi kendaraan jalan agak susah, entah (BBM) ada air atau apa,” katanya.

Kisah serupa datang dari Matias, sopir mobil Xenia, yang kendaraannya mati mendadak setelah mengisi BBM di kawasan Juanda, Samarinda.

Yulianus menegaskan bahwa temuan ini bukan isapan jempol belaka setelah melihat langsung kerusakan yang dialami masyarakat.

“Ini bukan berita bohongan atau rekayasa, tetapi benar-benar BBM tercampur akhirnya alat kendaraan harus diganti. Ini harganya sekitar 600-750 ribu rupiah,” ungkap Yulianus yang tetap bekerja di tengah libur lebaran.

Ia kemudian membawa dua botol sampel BBM untuk diuji di laboratorium sebagai bukti konkret. Yulianus juga menyatakan akan memanggil pihak Pertamina dalam rapat dengar pendapat di DPD RI.

“Saya akan panggil Pertiman dalam rapat dengar pendapat di DPD RI. Ini bukti bahwa BBM yang beredar di kalimantan Timur bermasalah. Jadi kita akan periksa nanti di laboratorium,” ujar anggota Komite II DPD RI tersebut.

Senator Dapil Kaltim ini meminta PT Pertamina untuk memperbaiki kualitas BBM agar tidak merugikan masyarakat.

“Kasian masyarakat sudah membeli dengan harga mahal tapi kualitas BBM-nya tidak baik. Ini harus menjadi tangggungjawab Pertamin ke depan untuk membenahi kualitas BBM agar lebih baik,” pungkas Henock.

Sebelumnya, ia telah mendatangi sejumlah SPBU dan mengadakan audiensi dengan PT Pertamina Patra Niaga di Balikpapan. Namun, pihak BUMN tersebut tetap bersikukuh bahwa seluruh BBM mereka telah sesuai standar dan tidak ada unsur oplosan.

Kini, publik menantikan tindak lanjut dari DPD RI dan langkah serius dari Pertamina. Jika dibiarkan, bukan hanya kendaraan yang rusak, tapi kepercayaan masyarakat pun bisa hancur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....