Kearifan Lokal Dayak Jadi Upaya Cegah Karhutla di Kutai Barat
- 21 Sep 2026 20:48 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Masyarakat adat Dayak di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) memiliki kearifan lokal dalam mengelola hutan dan lahan sebagai salah satu upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Kepala Adat Besar kabupaten Kubar, Manar Dimansyah Gamas, mengatakan, masyarakat Dayak sejak dahulu memiliki kebiasaan dalam mengelola hutan secara arif. Hal itu dilakukan karena hutan dan lahan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
Menurutnya, kebakaran hutan dapat menimbulkan kerugian besar karena berpotensi merusak lembo atau kebun buah-buahan, kebun karet, serta kawasan hutan yang menjadi sumber berbagai kebutuhan masyarakat.
“Orang Dayak itu arif sekali dalam hal mengelola hutannya, karena kebakaran hutan itu sangat merugikan mereka,” kata Manar, Senin 21 September 2026.
Ia menjelaskan, masyarakat Dayak juga memiliki aturan tidak tertulis dalam menentukan waktu pembakaran ladang. Pembakaran dihindari pada kondisi tertentu, terutama ketika kemarau panjang karena api berisiko lebih mudah menyebar.
Selain mengatur waktu, masyarakat juga membuat ladak, yakni sekat api yang dibuat mengelilingi area ladang. Sekat tersebut dibersihkan dari material yang mudah terbakar untuk mengantisipasi api menjalar ke kawasan di sekitarnya.
Menurutnya, proses pembakaran ladang juga dilakukan dengan memperhatikan kebersamaan dan aturan adat, sehingga masyarakat dapat mengendalikan api dan mengurangi risiko kebakaran meluas.
Ia menambahkan, salah satu periode yang dihindari untuk pembakaran adalah sekitar September hingga Oktober yang dikenal masyarakat setempat sebagai bulan pemanuk, khususnya ketika kondisi kemarau panjang.
“Kalau pada saat kemarau panjang pada bulan itu mereka membakar, pasti itu bakal meluas,” ujarnya.
Manar berharap, kearifan lokal tersebut tetap dipertahankan masyarakat adat, terlebih saat ini masyarakat Dayak hidup berdampingan dengan masyarakat dari berbagai daerah dan terdapat aktivitas investasi di wilayah tersebut.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan api secara sembarangan dan tetap mempertimbangkan kondisi lingkungan serta potensi api menyebar ke kawasan lain.
“Orang Dayak tetap dengan kearifan lokalnya, tidak menyulut api secara tidak bijaksana di banyak tempat,” ucap Manar.
Masyarakat Dayak Punya Kearifan Lokal dalam Mencegah Karhutla. (foto: RRI/Elvira Yosevina)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....