Pemadaman Berulang di Kubar, Masalah Jaringan atau Daya Listrik?
- 20 Sep 2026 05:30 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Pemadaman listrik masih terjadi di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur. Lebih dari dua dekade setelah berdiri sebagai daerah otonom, persoalan kelistrikan masih menjadi pekerjaan rumah bagi daerah tersebut.
Per Januari 2026, masih terdapat 30 dari 194 kampung dan kelurahan di Kutai Barat yang belum teraliri listrik PLN.
Di sisi lain, masyarakat yang telah menikmati layanan listrik juga masih menghadapi persoalan pemadaman bergilir. Dalam dua bulan terakhir, gangguan tersebut kembali menjadi keluhan di sejumlah wilayah Kubar.
Suatu senja, saat fajar mulai tenggelam, Hanafi, warga Linggang Bigung, sibuk mencari penerangan di rumahnya. Ia berkeliling dari satu ruangan ke ruangan lain, membuka laci hingga mengorek-orek rak di rumahnya untuk mencari lilin.
Raut wajahnya pun tampak kesal karena gerah, tak bisa menyalakan pendingin udara. Belum lagi dia harus memikirkan warung makannya yang masih dibuka, namun gelap gulita akibat pemadaman listrik.
Ditanya masalah pemadaman listrik bergilir tersebut, Hanafi mengaku, terjadi hampir dua kali dalam satu minggu, terutama sore hingga senja hari, antara pukul 17.00 dan 18.00 WITA.
“Itu bisa sampai jam 10 malam, jam 11 malam. Tidak nentu waktunya,” kata Hanafi, Sabtu 19 September 2026.
Hanafi mengaku sangat terganggu dengan kondisi tersebut. Pada waktu yang seharusnya digunakan untuk mandi, menyiapkan makan malam, dan bersiap melayani pelanggan di warung makannya, ia justru harus disibukkan dengan persoalan penerangan.
“Apalagi waktu pemadaman jam enam, itu kita harus mandi, masak, ini dan itu. Ya sangat menganggu, karena itu jamnya kita aktivitas masih,” ujarnya.

Ia bahkan mengaku sejumlah peralatan elektronik di rumahnya rusak akibat pemadaman listrik yang berulang dan kondisinya tak lagi dapat diperbaiki.
Kerugian juga merembet ke usaha kecil yang dijalankannya. Es krim yang dijual di warungnya sempat meleleh ketika listrik padam, hingga bentuknya tak lagi seperti semula.
Bagi Hanafi, pemadaman listrik bukan lagi sekadar persoalan rumah yang gelap, tetapi mulai menyentuh peralatan rumah tangga, barang dagangan, hingga pendapatan yang menjadi tumpuan sehari-hari.
“Yang jelas, semenjak listrik mati-mati itu, memang ada yang rusak. Apalagi kami bewarung, ada juga es krim, itu kalau mati 3 sampai 4 jam itu pasti memeleh dan bentuknya sudah seperti awal lagi,” katanya.
Disinggung mengenai pengumuman atau informasi pemadaman bergilir dari PLN, Hanafi mengaku mengetahui pemberitahuan tersebut melalui media sosial dan pesan WhatsApp.
Namun, menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada ada atau tidaknya informasi. Yang justru menjadi pertanyaan adalah mengapa pemadaman bergilir masih terus terjadi di Kutai Barat.
“Kalau Masyarakat di sini saya nilai orangnya sabar-sabar. Kalau dapat di Jawa sana, ini sudah gak karu-karuan sudah ini, mungkin sudah di demo ini dan itu,” ucap Hanafi.
Terpaksa Memasak Nasi di Kantor Suami
Berbeda dengan Hanafi, warga Simpang Raya, Lelyka Nur Valentin, mengaku tidak mengetahui adanya informasi mengenai pemadaman listrik dari PLN. Ia hanya mengetahui listrik tiba-tiba padam pada sore hari, dengan frekuensi hampir sama, yakni dua hingga tiga kali dalam satu minggu.
“Memang kata orang, ada pemberitahuannya di grup WhatsApp atau di saluran mana gitu. Tapi kan tidak semua orang tahu. Kalau bagi saya, itu tiba-tiba tanpa pemberitahuan,” kata Lely.
Menurut Lely, pemadaman bergilir tersebut sangat mengganggu aktivitas keluarganya pada malam hari. Terlebih, anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) tetap harus belajar dengan penerangan seadanya ketika listrik padam.
Bukan hanya itu, Lely menceritakan pengalamannya ketika hendak memasak nasi. Ia pernah terpaksa membawa magic com dengan sepeda motor keluar rumah untuk mencari tempat yang masih dialiri listrik.
“Kami pernah masak nasi di kantor suami, gara-gara listrik mati,” ucapnya.

Ia khawatir jika kondisi tersebut terus terjadi, dampaknya akan merembet ke mana-mana. Salah satunya kerusakan pada peralatan elektronik di rumah. Jika itu terjadi, otomatis akan merogoh kocek untuk biaya perbaikan, atau bahkan membeli peralatan baru.
“Ya semoga masalah ini bisa segera diatasi oleh PLN,” ujar Lely.
Jawaban PLN: Antara Cadangan Daya dan Bentang Jaringan Kubar
Menjawab keluhan warga mengenai pemadaman bergilir, Manager PLN ULP Melak, Agung Putra Raharjo, menjelaskan, gangguan pasokan listrik di Kubar dalam beberapa bulan terakhir dipengaruhi dua faktor utama, yakni kondisi operasional pembangkit dan gangguan pada jaringan distribusi.
Menurut Agung, dalam kondisi normal daya listrik yang tersedia cukup memenuhi kebutuhan pelanggan. Namun, ketika unit pembangkit mengalami gangguan atau menjalani pemeliharaan, daya mampu sistem ikut berkurang sehingga cadangan daya menjadi terbatas.
“Pada kondisi tertentu, ketika terdapat pembangkit yang mengalami gangguan atau sedang menjalani pemeliharaan, daya mampu yang tersedia dapat berkurang sehingga cadangan daya menjadi terbatas,” ujar Agung melalui pesan WhatsApp.
Keterbatasan cadangan daya tersebut membuat PLN melakukan pengaturan beban atau pemadaman bergilir untuk menjaga kestabilan sistem. Artinya, pemadaman tidak hanya dipengaruhi gangguan jaringan, tetapi juga kondisi kemampuan pembangkit dalam menyediakan cadangan daya.

Di sisi lain, luasnya wilayah pelayanan dan bentangan jaringan distribusi di Kubar juga menjadi tantangan. Agung menyebut gangguan dapat dipicu cuaca, kondisi peralatan hingga vegetasi, termasuk dahan pohon yang menyentuh jaringan listrik.
“Hal itulah yang membuat durasi pemadaman dan jumlah pelanggan yang terdampak selalu berbeda-beda di setiap kejadian,” ujarnya.
Agung menegaskan, PLN akan terus mengevaluasi dan menangani titik-titik rawan, termasuk mempercepat penanganan sejumlah unit pembangkit dan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk memperkuat daya mampu Sistem Melak.
“PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan meminimalkan dampak gangguan kepada pelanggan di Kutai Barat,” ucap Agung.
Di tengah upaya memperbaiki keandalan sistem, persoalan kelistrikan di Kubar menunjukkan tantangan yang belum sederhana.
Di satu sisi, masih ada puluhan kampung yang belum teraliri listrik PLN. Di sisi lain, masyarakat yang telah menikmati layanan listrik masih harus berhadapan dengan pemadaman bergilir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....