Dituding Tak Turun Tangani Karhutla, KPHP Mook Manoor Bulatn Buka Suara
- 30 Agt 2026 13:59 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Mook Manoor Bulatn, membantah tudingan tidak turun melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
Kepala KPHP Mook Manoor Bulatn, Enggar Setiabudi, mengatakan petugas KPH tetap melakukan pemadaman di sejumlah lokasi yang mengalami karhutla. Ia bahkan menyayangkan peran KPH tidak disebut dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di tingkat kabupaten.
Menurut Enggar, salah satu penanganan yang dilakukan petugas KPH berada di kawasan Muara Batu. Tim berada di lokasi selama tiga hari untuk menangani kebakaran yang diperkirakan mencapai sekitar 50 hektare.
"Kalau dikatakan tidak pernah turun, itu salah besar. Bahkan kami kemarin juga komplain waktu ada rapat koordinasi di kabupaten, kami tidak disebut," ujar Enggar dikutip RRI, Minggu 30 Agustus 2026.
Ia mengatakan, petugas KPH juga bergerak ketika menerima laporan kebakaran di sejumlah wilayah lainnya. Penanganan dilakukan sesuai informasi yang diterima dan kondisi titik kebakaran di lapangan.
Enggar menjelaskan, KPH tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga memiliki sistem pemantauan untuk mendeteksi kemunculan titik panas. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada petugas di pos terdekat agar dapat segera melakukan pengecekan.
"Sehingga begitu ada informasi, langsung saya sebarkan ke masing-masing pos yang juga ada MPA-nya. Mereka akan mengecek posisi hotspot tersebut dan segera memadamkan," ujarnya.
Menurut Enggar, keterlibatan Masyarakat Peduli Api (MPA) menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan, terutama ketika lokasi kebakaran cukup jauh dari posisi personel KPH.
Ia menegaskan KPH tetap berupaya melakukan penanganan dengan sumber daya yang tersedia. Namun, kondisi karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah secara bersamaan membuat pengerahan personel harus disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan lokasi kebakaran.
Enggar berharap penanganan karhutla dapat dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan KPH, BPBD, MPA, pemerintah kampung maupun pihak perusahaan. Dengan koordinasi yang lebih kuat, titik api diharapkan dapat segera ditangani sebelum meluas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....