Kasus ISPA Kubar Masih Terkendali di Tengah Kabut Asap
- 01 Sep 2026 17:57 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Kondisi kesehatan masyarakat di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), masih terkendali di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kubar, Barnabas mengatakan, sesuai hasil pemantauan yang dilakukan saat ini, belum menunjukkan adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang signifikan.
Ditambahkan, perkembangan kasus ISPA tetap menjadi perhatian karena kualitas udara di sejumlah kawasan mengalami penurunan. Namun, berdasarkan laporan fasilitas Kesehatan (Puskesma) di Kubar, kondisi saat ini masih dalam batas yang dapat dipantau.
“Kalau untuk kondisi kesehatan masyarakat, yang mungkin ada kaitannya dengan dampak dari kabut asap, sejauh ini belum terlalu signifikan ada kenaikan,” kata Barnabas, Selasa 1 September 2026.
Data Dinkes Kubar menunjukkan jumlah kasus ISPA pada awal tahun sempat berada di angka 330 kasus. Hingga akhir Agustus 2026, jumlah tersebut berada di kisaran 307 kasus, sehingga secara keseluruhan belum menunjukkan peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.
Barnabas menyebut, terdapat sedikit kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Pergerakan tersebut tetap dipantau untuk melihat perkembangannya, terutama karena kondisi kabut asap masih berubah-ubah di sejumlah wilayah Kubar.
“Memang dari minggu-minggu terakhir ini ada kenaikan, tapi itu tidak terlalu signifikan, belum melampaui justru yang dari awal tahun tadi,” ujarnya.
Menurut Barnabas, kondisi ISPA tidak bisa hanya dilihat dari keberadaan kabut asap. Penyakit tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor lain, termasuk perubahan cuaca yang ekstrem serta paparan debu yang meningkat ketika kondisi panas berlangsung tanpa hujan.
Lanjutnya, pemantauan dilakukan melalui 19 Puskesmas di Kubar. Selain menerima laporan perkembangan penyakit, petugas juga melakukan deteksi kondisi udara dan memiliki Tim Gerak Cepat serta Tim Penyelidikan Epidemiologi untuk menindaklanjuti apabila ditemukan perubahan pola penyakit di masyarakat.
Ia mengimbau masyarakat, agar tetap menjaga kesehatan selama kondisi udara belum stabil. Penggunaan masker ketika beraktivitas di luar rumah, mengurangi kegiatan yang tidak mendesak.
“Serta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat, apabila mengalami gangguan pernapasan,” ucap Barnabas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....