Kabut Asap Masuk Rumah, Warga Batasi Aktivitas Anak
- 31 Agt 2026 12:49 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar), mulai dirasakan langsung masyarakat. Asap tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga masuk ke dalam rumah warga dan menimbulkan aroma pembakaran yang menyengat.
Salah seorang warga Sekolaq Darat, Mayca, mengatakan kondisi udara pada Minggu 30 Agustus 2026, jauh lebih buruk dibandingkan hari-hari sebelumnya. Jarak pandang di sekitar permukimannya diperkirakan hanya sekitar satu kilometer.
“Sekarang kondisinya sudah jauh berbeda dibanding hari-hari sebelumnya. Jarak pandang saya perkirakan sekitar satu kilometer. Anak juga saya larang bermain di luar karena khawatir dengan asap,” ujar Mayca.
Menurutnya, kabut asap juga mulai terasa hingga ke dalam rumah. Ketika pintu maupun jendela dibuka, aroma pembakaran terasa menyengat. Debu sisa daun terbakar juga terlihat di lantai teras rumah.
“Walaupun di dalam rumah, asap masih terasa menyengat di hidung. Mata juga terasa sedikit perih dan bau asap pembakaran terasa,” ujarnya.
Ia mengatakan kondisi tersebut membuat aktivitas keluarganya ikut dibatasi. Anak-anak tidak lagi dibiarkan bermain di luar rumah untuk mengurangi paparan asap.
Kekhawatiran Mayca semakin besar karena terdapat bayi di dalam rumah. Ia berupaya mengurangi masuknya asap dan lebih memperhatikan kondisi anggota keluarganya selama kabut asap masih menyelimuti kawasan permukiman.
Keluhan serupa disampaikan Dwi, warga Kampung Sumber Sari. Ia mengatakan asap mulai masuk ke rumah dan meninggalkan aroma pembakaran yang cukup kuat.
“Dampak kabut asap mulai terasa sampai masuk ke dalam rumah. Mata terasa perih dan aroma asap juga terasa,” kata Dwi.
Untuk mengurangi asap yang masuk ke ruangan, Dwi memilih menutup ventilasi udara di kamar. Langkah tersebut dilakukan agar udara dari luar yang membawa asap tidak terlalu banyak masuk ke dalam rumah.
Kondisi kabut asap juga mulai memengaruhi kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Warga memilih mengurangi kegiatan di luar rumah ketika asap semakin pekat.
Paparan asap dengan konsentrasi partikulat tinggi dapat menimbulkan iritasi pada mata dan saluran pernapasan. Kondisi tersebut dapat memicu batuk maupun memperburuk gangguan pernapasan, terutama pada kelompok rentan.
Kondisi ini menjadi semakin mengkhawatirkan setelah kualitas udara di kawasan Sendawar pada Minggu pagi masuk kategori berbahaya dengan ISPU mencapai 384.
Masyarakat pun perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi paparan langsung terhadap kabut asap selama kondisi udara masih memburuk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....