Bupati Kubar Dorong Pencegahan Pernikahan Dini
- 30 Agt 2026 16:05 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Bupati Kutai Barat (Kubar) Frederick Edwin, mendorong seluruh elemen masyarakat memperkuat upaya pencegahan pernikahan dini di daerah tersebut.
Menurutnya, pernikahan pada usia anak atau pernikahan dini dapat berdampak terhadap pendidikan, perkembangan diri dan kesempatan anak dalam mempersiapkan masa depan.
Edwin mengatakan, anak-anak perlu diberikan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya. Mereka harus memiliki ruang untuk belajar, bermain, mengembangkan bakat serta mengejar cita-cita sebelum memasuki kehidupan dewasa.
“Perlindungan dan pemenuhan hak anak merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata Bupati Frederick Edwin, Minggu 30 Agustus 2026.
Lanjut dikatakan, pencegahan pernikahan dini membutuhkan perhatian dari berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga orang tua, sekolah, tokoh agama, lingkungan masyarakat serta organisasi yang bergerak dalam perlindungan anak.
“Pernikahan dini dapat membuat anak kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta orang tua dan masyarakat mempertimbangkan masa depan anak sebelum mengambil keputusan terkait pernikahan. Anak dinilai perlu mendapatkan pendampingan agar dapat memahami pilihan dan tanggung jawab sesuai dengan tahapan usianya.
“Jangan sampai anak-anak kita kehilangan masa kanak-kanak dan cita-citanya karena keputusan yang belum waktunya,” kata Edwin.
Selain mencegah pernikahan dini, Ia meminta penguatan pendampingan terhadap anak dilakukan sejak lingkungan keluarga. Hal tersebut dinilai penting di tengah perkembangan teknologi dan semakin derasnya arus informasi yang dapat memengaruhi perilaku anak.
Ditambahkan, orang tua memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada anak sekaligus mengawasi pergaulan dan penggunaan teknologi. Pendampingan juga perlu diperkuat melalui sekolah, gereja, tokoh agama dan lingkungan masyarakat.
Edwin juga mendorong agar anak-anak Kubar diberikan ruang untuk mengembangkan potensi dan talenta yang mereka miliki. Dengan demikian, anak dapat mengisi masa pertumbuhan dengan kegiatan positif sekaligus mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Ia berharap pencegahan pernikahan dini menjadi gerakan bersama di Kabupaten Kutai Barat. Keberadaan organisasi dan komunitas perlindungan anak juga diharapkan semakin memperkuat upaya tersebut di tingkat masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....