Pembelian BBM Dibatasi, Warga Long Pahangai Akui Kesulitan Beraktivitas
- 06 Agt 2026 16:55 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Mahulu - Masyarakat di Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), kini tidak hanya menghadapi sulitnya akses transportasi akibat surutnya Sungai Mahakam, tetapi juga harus menyesuaikan diri dengan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM).
Kondisi tersebut dinilai semakin menyulitkan aktivitas warga yang bergantung pada transportasi bermotor maupun jalur sungai.
Warga Long Pahangai, Margaretha Tubuq mengatakan, setiap kepala keluarga saat ini hanya diperbolehkan membeli BBM sebanyak lima liter per hari. Kebijakan tersebut diberlakukan karena pasokan BBM ke wilayah perbatasan ikut terdampak musim kemarau.
“Pasokan BBM sekarang sudah dibatasi. Setiap KK hanya boleh membeli lima liter per hari. Padahal kebutuhan masyarakat lebih dari itu, terutama untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” kata Tubuq, Kamis 6 Agustus 2026.
Ia menuturkan, meski harga BBM di SPBU masih sekitar Rp10 ribu per liter, pembatasan pembelian membuat masyarakat harus lebih menghemat penggunaan bahan bakar.
Kondisi itu turut memengaruhi mobilitas warga, termasuk untuk bekerja, mengangkut hasil kebun, hingga memenuhi kebutuhan keluarga.
Menurut Tubuq, keterbatasan BBM juga tidak bisa dilepaskan dari terganggunya distribusi ke Long Pahangai akibat jalur sungai yang dangkal. Berkurangnya pasokan membuat masyarakat harus menerima kebijakan pembatasan meskipun kebutuhan tetap tinggi.
“Kami memahami kondisi yang terjadi, tetapi kami berharap pasokan BBM bisa kembali normal. Masyarakat di sini sangat bergantung pada bahan bakar untuk menjalankan aktivitas sehari-hari,” ucapnya.
Margaretha berharap pemerintah segera mengambil langkah agar distribusi BBM ke wilayah perbatasan kembali lancar selama musim kemarau masih berlangsung.
“Kami berharap ada solusi agar pasokan BBM kembali seperti semula sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan memenuhi kebutuhan dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan baik,” ujar Tubuq.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....