Kemarau, Gerindra Bergerak Bantu Warga di Perbatasan Mahulu
- 16 Agt 2026 05:39 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Mahulu - Kemarau membuat akses menuju wilayah perbatasan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menghadapi persoalan.
Menyusutnya debit Sungai Mahakam mengganggu akses transportasi air yang selama ini menjadi jalur distribusi di wilayah tersebut. Sementara kebutuhan masyarakat tetap harus dipenuhi.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Wakil Ketua I DPRD Kaltim, Ekti Imanuel. Ia menyebut Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari merupakan wilayah yang paling merasakan dampak ketika sungai mulai dangkal.
"Memang terkait Kabupaten Mahakam Ulu ini ada dua musim. Kalau musim kemarau seperti sekarang ini, tentu sembako sangat langka karena air dangkal atau mengecil," kata Ekti Imanuel, Sabtu 15 Agustus 2026.
Menurut Ekti, persoalan di dua kecamatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan barang, tetapi juga kemampuan untuk mengirimkannya. Ketika sungai surut, sarana transportasi air yang selama ini menjadi jalur utama distribusi tidak lagi dapat bergerak seperti kondisi normal.
"Ini dua kecamatan, yaitu Long Apari sama Long Pahangai. Long Apari itu paling ujung," ujarnya.
Jalur darat pun belum sepenuhnya menjadi jawaban. Dari Long Bagun menuju Long Pahangai, perjalanan melalui darat mencapai sekitar 100 kilometer, dengan kondisi akses yang masih terbatas.
"Dari Long Bagun ke Long Pahangai itu jalan darat 100 kilometer. Dari Long Bagun ke Long Pahangai kalau musim kemarau begini, mana ada longboat. Speedboat enggak bisa lewat. Tentu harus jalan darat," ucap Ekti.
Keterbatasan akses tersebut membuat bantuan maupun kebutuhan pokok sulit menjangkau masyarakat di wilayah paling ujung. Karena itu, Ekti menilai persoalan distribusi menjadi bagian penting dalam penanganan kondisi kemarau di Mahulu.
"Jalan darat juga sangat terisolir masa sekarang ini," kata Ekti.
Fraksi Partai Gerindra Patungan Bantu Warga Mahulu
Di tengah kondisi tersebut, Fraksi Partai Gerindra di DPRD se-Kaltim bergerak menghimpun bantuan untuk masyarakat Mahulu. Bantuan itu dikumpulkan secara sukarela dari anggota DPRD Fraksi Gerindra mulai tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota.
"Ya kami Partai Gerindra mengumpulkan dana secara sukarela dari seluruh anggota DPRD kabupaten, kota, dan provinsi se-Kalimantan Timur," ujar Ekti.
Ia mengatakan saat ini jumlah dana yang terkumpul belum dapat dipastikan karena proses pengumpulan masih berlangsung. Bantuan tersebut nantinya akan diserahkan kepada masyarakat, dengan mekanisme penyaluran yang masih dikoordinasikan.
“Belum (terkumpul semua). Jadi nilainya belum tahu berapa. Tapi ini untuk anggota DPRD kabupaten, kota, dan provinsi Fraksi Gerindra," katanya.
Rencananya, lanjut Ekti, bantuan tersebut akan diserahkan langsung oleh Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim, Seno Aji, yang juga menjabat Wakil Gubernur Kaltim.
"Nanti mungkin Pak Ketua DPD yang juga Wakil Gubernur Kaltim, Pak Seno Aji, yang akan menyerahkan. Entah itu ke Pemkab Mahakam Ulu atau ke Ketua DPC Partai Gerindra Mahulu. Jadi mekanisme penyalurannya masih berproses,” ujar politisi yang juga menjabat Ketua DPC Gerindra Kutai Barat (Kubar) tersebut.
Dorong Terobosan Jangka Panjang Hadapi Kemarau
Selain bantuan dari Gerindra, Pemerintah Provinsi Kaltim juga telah menyiapkan bantuan berupa beras dan LPG. Namun bagi Ekti, bantuan tetap membutuhkan jalur distribusi agar dapat benar-benar menjangkau masyarakat.
"Bagaimanapun besarnya bantuan beras, bantuan LPG, dan segala macam, kalau akses untuk mendistribusikannya tidak ada, ya susah juga," kata Legislator Dapil Kubar-Mahulu itu.
Karena itu, Ekti menilai persoalan yang dihadapi Mahulu tidak cukup diselesaikan dengan bantuan setiap kali kemarau datang. Perlu adanya terobosan jangka panjang, termasuk gagasan gudang pangan di Long Pahangai, sehingga kebutuhan pokok dapat disiapkan sebelum jalur distribusi kembali terganggu.
Gagasan gudang logistik tersebut sebelumnya juga telah ia dorong sebagai penyangga pasokan masyarakat ketika akses transportasi terganggu akibat kondisi musim.
“Harus ada terobosan. Pemerintah Mahakam Ulu juga mempunyai ide-ide ke depan supaya masyarakat di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari, tidak terdampak lagi seperti ini," ucap Ekti Imanuel.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....