Profil Indeks Desa Mahulu 2025 Dominasi Kampung Perlu Percepatan Pembangunan

  • 31 Mei 2026 19:24 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Mahulu - Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mencatat mayoritas kampung di wilayahnya masih berstatus berkembang berdasarkan data Profil Indeks Desa Kabupaten Mahulu Tahun 2025. Dari total 50 kampung yang ada, sebanyak 34 kampung atau 68 persen berstatus berkembang, 15 kampung atau 30 persen berstatus maju, dan satu kampung atau dua persen telah mencapai status mandiri.

Data tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Pemutakhiran Indeks Desa Tahun 2026 yang menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memetakan tingkat perkembangan dan kemandirian kampung secara lebih akurat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Mahulu, Stephanus Madang mengatakan hasil indeks desa tersebut memberikan gambaran nyata mengenai kondisi pembangunan kampung di wilayah Mahulu sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan ke depan.

“Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar kampung di Mahulu masih berada pada kategori berkembang. Karena itu, diperlukan kerja bersama seluruh pihak untuk meningkatkan kualitas pembangunan di berbagai sektor agar status kampung dapat terus meningkat,” kata Stephanus, Minggu, 31 Mei 2026.

Berdasarkan hasil pengukuran, dimensi layanan dasar menjadi indikator dengan skor tertinggi yakni sekitar 119,8. Capaian tersebut menunjukkan ketersediaan layanan dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya relatif lebih baik dibandingkan dimensi lainnya.

Selain layanan dasar, dimensi ekonomi mencatat skor 89,0. Sementara itu, dimensi tata kelola memperoleh skor 59,5, dimensi sosial 58,4, dimensi lingkungan 58,0, sedangkan aksesibilitas menjadi dimensi dengan skor paling rendah yakni 38,6 yang menunjukkan masih adanya tantangan dalam keterhubungan dan akses antarwilayah di sejumlah kampung.

Stephanus menegaskan hasil profil indeks desa tersebut harus menjadi perhatian bersama dalam menentukan prioritas pembangunan kampung di masa mendatang. “Dimensi aksesibilitas yang masih rendah perlu mendapat perhatian serius. Melalui data yang akurat dan pemutakhiran indeks desa secara berkala, pemerintah dapat menyusun program yang lebih tepat sasaran untuk mendorong peningkatan status kampung menuju kategori maju dan mandiri,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....