Program SIGAP Dorong Pembangunan Hijau Berbasis Desa Berkelanjutan
- 31 Mei 2026 15:18 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Mahulu - Praktik pembangunan hijau berbasis desa di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara menjadi sorotan dalam kegiatan Ekspos Program SIGAP (Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan). Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari upaya merayakan kolaborasi pembangunan daerah dan desa atau kampung yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Program SIGAP dinilai berhasil mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Melalui pendekatan partisipatif, warga didorong untuk menjadi pelaku utama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan taraf ekonomi keluarga.
Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, mengatakan pendekatan SIGAP memberikan dampak positif bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Menurutnya, program tersebut mampu mengintegrasikan aspek pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan warga.
“Pendekatan SIGAP membantu masyarakat sekitar hutan untuk menekan laju deforestasi melalui tata kelola hutan yang berkelanjutan serta pengembangan berbagai komoditas yang menjadi sumber penghidupan masyarakat,” ujar Suhuk, Minggu, 31 Mei 2026.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan hijau tidak dapat dicapai hanya melalui kebijakan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat di tingkat desa dan kampung. Karena itu, penguatan kapasitas warga menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.
“Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait, kita dapat mewujudkan pembangunan yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan warga, tetapi juga menjaga kelestarian hutan bagi generasi mendatang,” katanya.
Kegiatan Ekspos Program SIGAP diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman dan inspirasi untuk memperluas praktik pembangunan hijau di berbagai wilayah Kalimantan.
Berbagai praktik baik yang telah diterapkan di sejumlah desa dan kampung dipaparkan dalam kegiatan tersebut. Mulai dari pengelolaan hutan berbasis masyarakat, pengembangan komoditas unggulan, hingga penguatan kelembagaan desa menjadi contoh nyata keberhasilan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra pembangunan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....