SIGAP Perkuat Tata Kelola Desa dan Kelestarian Hutan Berkelanjutan
- 31 Mei 2026 15:30 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Mahulu - Program SIGAP (Aksi Inspiratif Warga Untuk Perubahan) menjadi salah satu pendekatan pemberdayaan desa yang terus mendorong pembangunan berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia. Program yang dikembangkan oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara sejak 2010 tersebut berfokus pada penguatan tata kelola desa, pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, serta pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Melalui pendekatan partisipatif, SIGAP mendorong masyarakat desa untuk terlibat aktif dalam perencanaan pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam di wilayahnya. Program ini juga memberikan pendampingan bagi pemerintah desa agar mampu menyusun kebijakan yang berpihak pada pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Suhuk, Wakil Bupati Mahakam Ulu mengatakan keberhasilan pengelolaan hutan tidak hanya bergantung pada pemberian akses kepada masyarakat, tetapi juga harus ditopang oleh tata kelola desa yang kuat dan partisipatif. Menurutnya, kedua aspek tersebut harus berjalan secara beriringan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Akses kelola hutan harus dibangun bersama tata kelola desa yang kuat. Ketika desa didampingi untuk merencanakan dan mengelola sumber daya alamnya, perhutanan sosial dapat menjadi instrumen nyata bagi perlindungan hutan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Suhuk, Minggu, 31 Mei 2026.
Ia menambahkan bahwa perhutanan sosial memberikan peluang bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi dari kawasan hutan tanpa harus merusak ekosistem yang ada. Karena itu, penguatan kapasitas pemerintah desa dan kelompok masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
“Melalui pendekatan yang terintegrasi antara tata kelola desa, perlindungan lingkungan, dan pengembangan ekonomi lokal, masyarakat dapat menjadi pelaku utama pembangunan sekaligus penjaga kelestarian hutan untuk generasi mendatang,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, SIGAP telah mendukung berbagai inisiatif pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, termasuk pengelolaan hasil hutan bukan kayu, pertanian berkelanjutan, serta penguatan kelembagaan desa. Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Program SIGAP diharapkan terus menjadi model pemberdayaan yang mampu memperkuat pembangunan desa sekaligus mendukung upaya konservasi di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Mahakam Ulu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....