Penurunan Dana Transfer Provinsi Pengaruhi Fiskal Mahulu 2027

  • 24 Apr 2026 08:11 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Mahulu - Penurunan signifikan transfer keuangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dipastikan berdampak langsung terhadap kemampuan fiskal Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu. Kondisi ini bahkan berpotensi mengganggu alokasi bantuan keuangan serta pelaksanaan program prioritas pembangunan pada tahun 2027.

Situasi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat ketergantungan terhadap transfer provinsi masih cukup tinggi. Penurunan ini diperkirakan akan mempengaruhi berbagai sektor pembangunan yang telah direncanakan sebelumnya.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Mahakam Ulu, Yohanes Andy Abeh mengungkapkan kondisi ini mengacu pada Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah 2027 milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Dalam dokumen tersebut terlihat adanya penurunan tajam pada pendapatan daerah provinsi.

“Dari provinsi sudah ada gambaran bahwa Bankeu untuk seluruh kabupaten/kota tahun ini mengalami penurunan,” ujarnya, Jumat, 24 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa penurunan tersebut berdampak langsung pada besaran transfer keuangan yang diterima daerah, termasuk Mahakam Ulu. Hal ini tentunya akan berpengaruh pada kemampuan pembiayaan program pembangunan.

“Bahkan transfer keuangan daerah turun signifikan, dari sekitar Rp20 triliun menjadi Rp12 triliun, artinya ada pengurangan Rp8 triliun,” katanya.

Penurunan tersebut dinilai akan berdampak pada sejumlah program prioritas yang telah dirancang untuk tahun 2027. Pemerintah daerah perlu melakukan penyesuaian agar program yang berjalan tetap efektif meski dengan keterbatasan anggaran.

Selain itu, potensi berkurangnya bantuan keuangan dari provinsi juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah kabupaten. Upaya efisiensi dan optimalisasi sumber pendapatan daerah menjadi langkah yang harus dipertimbangkan.

Dengan kondisi tersebut, Pemkab Mahakam Ulu diharapkan mampu menyusun strategi yang tepat dalam menghadapi keterbatasan fiskal. Perencanaan yang matang menjadi kunci agar pembangunan daerah tetap berjalan sesuai dengan prioritas yang telah ditetapkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....