Harga Sayuran Tak Stabil Jadi Tantangan Petani Kutai Barat
- 30 Jul 2026 07:03 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Fluktuasi harga sayuran masih menjadi tantangan utama yang dihadapi petani di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Ketidakstabilan harga membuat petani harus berani mengambil risiko dalam menentukan komoditas yang ditanam, karena harga dapat berubah drastis mengikuti musim dan jumlah pasokan di pasar.
Petani Kampung Jaras, Kecamatan Barong Tongkok, Wagito, mengatakan harga sayuran berbeda dengan komoditas pangan lainnya yang cenderung lebih stabil. Ketika banyak petani memanen komoditas yang sama dalam waktu bersamaan, harga akan turun cukup tajam.
Ia mencontohkan, timun merupakan salah satu komoditas yang memiliki produktivitas tinggi dan masa panen yang relatif singkat, yakni sekitar 35 hari. Namun, ketika produksi melimpah, harga timun bisa anjlok hingga hanya Rp1.000 per kilogram.
“Kadang sampai timun saja sampai Rp1.000 per kilo. Kalau banyak, ya harganya turun,” kata Wagito, Rabu 29 Juli 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat petani harus berani berspekulasi dalam menentukan waktu tanam. Saat pasokan sedikit, harga timun dapat mencapai Rp7.000 hingga Rp8.000 per kilogram. Namun ketika panen raya terjadi, harga dapat turun drastis dalam waktu singkat.
Wagito menjelaskan, berbeda dengan timun, cabai masih memiliki nilai jual yang relatif lebih baik meski mengalami penurunan harga. Komoditas tersebut dinilai lebih aman karena selalu memiliki permintaan di pasaran.
“Kalau cabai itu ya harganya naik turun, tapi paling-paling murah itu di angka Rp20 ribu. Masih ada harga,” ujar Wagito.
Ia mengatakan, ketika harga timun hanya Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram, pedagang bahkan enggan membeli hasil panen petani. Akibatnya, sebagian hasil panen hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak agar tidak terbuang sia-sia.
Meski demikian, Wagito menyebut kondisi harga rendah umumnya tidak berlangsung lama. Dalam waktu sekitar dua hingga tiga pekan, harga biasanya kembali membaik seiring berkurangnya pasokan di pasaran.
Ia berharap stabilitas harga komoditas hortikultura dapat terus terjaga sehingga petani memperoleh kepastian pendapatan. Dengan harga yang lebih stabil, petani dinilai akan lebih bersemangat meningkatkan produksi untuk memenuhi kebutuhan sayuran masyarakat di Bumi Tanaa Purai Ngerimaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....