TMMD Ke-123 Wiltas di Laham - Mahulu Resmi Dimulai

  • 19 Feb 2025 18:51 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar: Komando Distrik Militer (Kodim) 0912 Kutai Barat (Kubar) secara resmi memulai kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa ke 123 Wilayah Perbatasan (TMMD-Wiltas) di kampung Laham, kecamatan Laham kabupaten Mahakam Ulu, Rabu (19/2/2025).

Acara pembukaan ini diawali dengan seremonial penerimaan tamu yang dilakukan masyarakat setempat.

Sebuah acara tarian selamat datang yang dibawakan para pelajar kampung Laham mengiringi kedatangan rombongan bupati Mahakam Ulu, Bonefasius Belawan Geh, ketua DPRD Mahulu, Depung Paran, Dandim 0912/Kubar, Letkol Czi Eko Handoyo serta para pejabat Mahulu di pelabuhan sungai.

Dandim beserta jajarannya dengan hangat menyambut rombongan bupati dari pelabuhan dan berjalan beriringan menuju Balai Adat kampung Laham.

Balai Adat yang awalnya terbuka, kini disulap oleh anggota TNI menjadi ruangan yang estetik dan dijadikan ruang informasi TMMD.

Bupati Mahulu cukup terkesan dengan suasana balai adat dan menyimak dengan saksama pemaparan kegiatan TMMD ke 123 Wiltas, yang disampaikan Dandim 0912/Kbr Letkol Czi, Eko Handoyo.

Dandim menjelaskan, kegiatan TMMD di kampung Laham akan dilaksanakan selama satu bulan ke depan. Namun sudah ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan sejak pra TMMD dari tanggal 16 Januari sampai 18 Februari 2025.

“Selama pra TMMD kami sudah melaksanakan beberapa kegiatan seperti, penyiapan pasukan, pendropingan material, penyiapan sarana prasarana, bahkan kami sudah mulai mengerjakan semenisasi jalan,” jelas Eko di hadapan bupati Mahulu.

Menurutnya, kampung Laham dipilih jadi sasaran kegiatan TMMD karena desa berpenduduk 1.372 jiwa itu merupakan

Daerah perkebunan yang produktif serta membutuhkan sarpras untuk meningkatkan perekonomian.

Kampung Laham jadi lokus TMMD juga ditinjau dari kesejahteraan masyarakat serta infrastruktur penghubung antara desa yang belum memadai.

Bahkan kondisi jalan utama sebagai penghubung kampung Laham dengan desa lain serta kecamatan juga rusak.

“Sementara jalan tersebut merupakan jalan satu satunya untuk aktivitas masyarakat dan anak sekolah. Kemudian desa Laham membutuhkan akses jalan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dalam pendistribusian hasil dan perkebunan masyarakat,” lanjut Dandim.

Kemudian ditinjau dari aspek pertahanan, kampung Laham jadi salah satu penunjang produktivitas pangan di wilayah perbatasan.

Dandim yang menjadi Komandan Satgas TMMD mengatakan, ada dua sasaran program yang akan dilakukan dalam kegiatan TMMD di kampung Laham. Yakni kegiatan fisik dan nonfisik.“Untuk kegiatan fisik, kami akan membangun semenisasi jalan kampung sepanjang 700 meter dengan lebar 4 meter dan tebal 20 cm. Ditambah rehab rumah tidak layak huni, pembangunan MCK dan sumur bor untuk empat fasilitas umum,” terang Eko Handoyo.Dandim menegaskan, bahwa semenisasi jalan sepanjang 700 meter menjadi prioritas utama karena diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi mobilitas warga dan perekonomian daerah. Jalan yang dibangun dengan lebar 4 meter dan ketebalan 20 cm ini dirancang untuk tahan lama dan mampu menopang beban kendaraan berat, sehingga dapat mendukung distribusi hasil pertanian dan produk lokal.“Tantangan pekerjaan kita di sini sebenarnya sederhana, seperti kondisi alam dengan cuaca yang tidak menentu dan juga mobilisasi material yang memang sulit untuk didatangkan,” jelasnya.Selain itu, TNI juga akan membantu program ketahanan pangan di lahan seluas 2 hektare, penanaman pohon dan pemberian nutrisi tambahan untuk anak-anak serta pembersihan lokasi TMMD Wiltas.Sementara untuk kegiatan nonfisik, TNI memberikan perhatian khusus pada pembinaan wawasan kebangsaan, terutama bagi generasi muda. Hal ini dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme.“Lalu kami juga akan mengadakan penyuluhan UMKM, penyuluhan narkoba, hukum serta penyuluhan KB kesehatan dan Keluarga Berencana. Lalu penyuluhan pertanian, PENCEGAHAN Karhutla dan rekrutmen TNI,” papar Dandim.Total personel TNI yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD ini sebanyak 150 orang, terdiri dari berbagai satuan dan korps, yang bekerja sama dengan unsur-unsur pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk memastikan program berjalan lancar dan tepat waktu. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat ini dinilai sebagai kunci keberhasilan pelaksanaan TMMD.Dandim Eko Handoyo juga menampilkan visualisasi lokasi kegiatan TMMD melalui video selayang pandang. Usai pemaparan singkat itu, Dandim dan rombongan bupati Mahulu melanjutkan kegiatan apel pembukaan TMMD di lapangan kampung Laham dengan peserta upacara 300 lebih orang. Apel yang dimulai sekitar Pukul 09.00 Wita ini dipimpin bupati Mahulu, Bonefasius Belawan Geh sebagai inspektur upacara. Sedangkan peserta upacara terdiri dari TNI-Polri, ASN Pemkab Mahulu, Linmas, Satpol-PP, BPBD, aparat kampung, serta masyarakat dan pelajar SMP-SMA kampung Laham.Bupati Mahulu, Bonefasius Belawan Geh dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan TMMD di wilayahnya. Boni yakin melalui kegiatan TMMD ini akan terbangun semangat kebersamaan dan semakin mendekatkan TNI dengan rakyat.“Mengingat program TMMD merupakan bagian dari komitmen, sinergi dan integrasi TNI, dalam membangun bangsa, negara serta daerah,” katanya.Menurutnya, hasil dari kegiatan TMMD selalu berdampak positif dan banyak manfaat yang dirasakan masyarakat, karena TNI ikut memberi perhatian terhadap percepatan pembangunan, peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi. Termasuk memantapkan wawasan kebangsaan, serta kesadaran bela negara kepada masyarakat, agar lebih kompetitif, mandiri dan berwawasan.Untuk itu ia mengajak masyarakat setempat agar terlibat aktif bersama TNI menyukseskan program TMMD.“Saya ingatkan, TMMD ini bukanlah semata-mata menjadi tanggung jawab prajurit TNI, akan tetapi, menjadi tanggung jawab kita bersama seluruh elemen masyarakat. Untuk itu, mari berikan dukungan, dengan cara melibatkan diri membantu prajurit TNI tanpa diminta dalam setiap kegiatan.“Masyarakat harus bahu membahu membantu TNI demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Kembali kita angkat dan lestarikan semangat gotong royong masyarakat melalui kegiatan TMMD ini,” tutup Boni.Usai apel, Dandim dan rombongan bupati langsung meninjau lokasi kegiatan TMMD, seperti pembangunan jalan, RTLH dan sumur bor. Kemudian diakhiri dengan penandatanganan MoU antara Kodim 0912/Kbr dan Pemkab Mahulu.Dandim 0912/Kbr, Letkol CZI Eko Handoyo, yang juga menjadi Komandan Satgas TMMD bersama jajarannya, nampak telah melakukan persiapan dengan matang sehingga acara pembukaan hari ini berjalan lancar dan sukses.Acara pembukaan TMMD kali ini juga bukan sekedar seremonial belaka, tetapi nampak jelas ada partisipasi dan kolaborasi yang baik antara TNI, Pemerintah Kabupaten Mahulu, Lembaga Adat, Pemerintah Kampung, lembaga pendidikan, keagamaan hingga masyarakat setempat.Keterlibatan aktif semua pemangku kepentingan ini membuktikan kehadiran program TMMD yang diprakarsai TNI Angkatan Darat, seolah menjadi perekat sosial dan meningkatkan gotong-royong serta mengikis sekatan-sekatan antar sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....