Banjir Rendam Sebagian Besar Wilayah Mahakam Ulu termasuk Fasilitas Pendidikan

  • 20 Mei 2026 18:08 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Mahulu - Sebagian besar wilayah Kabupaten Mahakam Ulu terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Mahakam setelah tingginya intensitas hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Genangan air dilaporkan merendam sejumlah permukiman warga, akses jalan, serta fasilitas umum di beberapa kecamatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mahakam Ulu mencatat banjir terjadi hampir merata di wilayah hulu hingga tengah aliran Sungai Mahakam. Debit air sungai meningkat signifikan sehingga meluber ke kawasan permukiman yang berada di bantaran sungai.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mahakam Ulu, Agus Darmawan menyebutkan kondisi banjir di beberapa wilayah mulai menunjukkan penurunan debit air. Kecamatan Long Bagun, Long Apari, dan Long Pahangai dilaporkan berangsur surut setelah beberapa hari terdampak banjir cukup tinggi.

“BPBD Mahakam Ulu terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi cuaca dan tinggi muka air sungai di seluruh kecamatan terdampak. Petugas juga disiagakan untuk membantu masyarakat serta melakukan pendataan terhadap dampak banjir yang terjadi,” katanya, Rabu, 20 Mei 2026.

Sementara itu, wilayah Kecamatan Laham dan Long Hubung saat ini justru mulai mengalami peningkatan debit air akibat datangnya banjir kiriman dari wilayah hulu Mahakam. Air sungai terus mengalami kenaikan dan memasuki sejumlah permukiman warga di kawasan tersebut.

Warga di wilayah hilir hingga Kabupaten Kutai Barat dan Kutai Kartanegara juga diminta mewaspadai banjir kiriman dari Mahakam Ulu. Debit air Sungai Mahakam yang masih besar diperkirakan terus bergerak menuju kawasan hilir dan berpotensi menyebabkan luapan di daerah pemukimann bantaran sungai.

“Kita juga terus mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Mahakam agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan. Curah hujan yang masih tinggi dinilai dapat menyebabkan debit air kembali meningkat sewaktu-waktu,” ucapnya.

Selain merendam rumah warga, banjir turut mengganggu aktivitas masyarakat, terutama transportasi sungai dan akses penghubung antarkampung. Sejumlah warga memilih mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan akibat genangan air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....