Istri Bupati Kubar Serukan Gerakan Sayang Anak dan Stop Perundungan

  • 26 Jul 2026 13:44 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Istri bupati Frederick Edwin yang juga Bunda PAUD Kabupaten Kutai Barat, Maria Christina Mozes Edwin, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat gerakan menyayangi dan melindungi anak dari kekerasan, perundungan, serta berbagai ancaman di ruang digital pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026.

Menurutnya, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang harus melibatkan keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Hal itu sejalan dengan tema Hari Anak Nasional Tahun 2026, "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan".

“Tema ini mengandung pesan agar seluruh pihak semakin serius memberikan kasih sayang kepada anak, melindungi mereka dari berbagai bentuk kekerasan, serta mempersiapkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Anak adalah aset berharga bagi kemajuan suatu bangsa. Karena itu, kita semua harus bersinergi mewujudkan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak," ujarnya saat membuka rangkaian Festival Hari Anak Nasional Tahun 2026 di Taman Budaya Sendawar, Sabtu 25 Juli 2026.

Maria menilai perkembangan teknologi telah memberikan banyak manfaat dalam dunia pendidikan dan komunikasi. Namun, di sisi lain, kemudahan akses informasi dan media sosial juga membawa tantangan baru berupa meningkatnya risiko perundungan, kekerasan, diskriminasi, hingga berbagai ancaman di ruang digital.

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak saat menggunakan gawai dan media sosial. Menurutnya, pengawasan yang baik akan membantu anak memanfaatkan teknologi secara positif sekaligus menghindarkan mereka dari pengaruh negatif.

Selain keluarga, ia juga mengajak sekolah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan pemerintah daerah terus memperkuat kolaborasi dalam membangun lingkungan yang ramah anak. Upaya tersebut dinilai penting agar anak-anak dapat tumbuh dengan rasa aman, memperoleh pendidikan yang berkualitas, serta memiliki ruang untuk mengembangkan potensi mereka.

Ketua TP PKK Kubar ini mengapresiasi penyelenggaraan Festival Hari Anak Nasional yang dikemas melalui berbagai kegiatan edukatif dan kreatif. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana menumbuhkan keberanian, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, dan rasa percaya diri anak sejak usia dini.

Ia berharap semangat Hari Anak Nasional tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama yang terus diwujudkan melalui pengasuhan yang positif, perlindungan terhadap hak-hak anak, dan pendidikan karakter secara berkelanjutan demi mewujudkan generasi Kutai Barat yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....