Pelabuhan Royoq hingga Menara Katulistiwa Long Iram jadi Proyek Strategis Kubar

  • 29 Jul 2026 07:20 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat memasukkan pembangunan Pelabuhan Royoq serta sejumlah fasilitas publik, seperti Menara Katulistiwa Long Iram, kolam renang di lingkungan GOR Desnan Sendawar, dan pusat kegiatan keagamaan ke dalam daftar proyek strategis yang akan dikerjakan melalui skema kontrak tahun jamak (multiyears contract) periode 2027–2029.

Rencana tersebut disampaikan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin saat menyampaikan Nota Pengantar Pelaksanaan Sub Kegiatan Tahun Jamak dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kutai Barat, Selasa 28 Juli 2026.

Edwin mengatakan proyek-proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat infrastruktur pendukung pelayanan publik, pariwisata, olahraga, dan pengembangan kawasan strategis. Seluruh program itu sejalan dengan misi RPJMD Kabupaten Kutai Barat 2025–2029 untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

Di sektor transportasi, pemerintah merencanakan pembangunan Pelabuhan Royoq untuk meningkatkan konektivitas wilayah yang masih mengandalkan jalur sungai. Keberadaan pelabuhan tersebut diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di kawasan sekitar.

Sementara itu, di sektor pariwisata, pemerintah mengusulkan pembangunan Menara Katulistiwa Long Iram sebagai salah satu ikon daerah yang diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor wisata.

Pemerintah juga merencanakan pembangunan kolam renang beserta fasilitas pendukung di lingkungan GOR Desnan Sendawar guna meningkatkan sarana olahraga dan menyediakan ruang aktivitas bagi masyarakat maupun pembinaan atlet daerah.

Selain itu, proyek tahun jamak juga mencakup pembangunan Kristen Center, pembangunan turap Katolik Center, serta pembangunan Gereja Katolik Linggang Bigung sebagai bagian dari penataan kawasan dan penyediaan fasilitas penunjang kegiatan keagamaan.

Frederick menegaskan seluruh proyek tersebut akan dibiayai melalui APBD Kabupaten Kutai Barat dengan skema kontrak tahun jamak yang direncanakan berlangsung pada 2027–2029 dengan anggaran Rp2,5 triliun. Menurutnya, mekanisme tersebut memungkinkan pemerintah menyelesaikan proyek-proyek berskala besar secara bertahap tanpa terhambat pergantian tahun anggaran.

"Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berkomitmen melaksanakan seluruh tahapan perencanaan dan penganggaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk memperoleh persetujuan DPRD sebelum pelaksanaan kontrak dilakukan," katanya.

Pelabuhan Royoq Masuk Rencana Induk Nasional

Pengembangan Pelabuhan Royoq mendapat dukungan dari perencanaan pemerintah pusat. Proyek tersebut telah masuk dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN) dan saat ini masih menunggu penetapan resmi dari Menteri Perhubungan. Status tersebut menjadi dasar penguatan konektivitas sungai sekaligus membuka peluang percepatan pembangunan infrastruktur kepelabuhanan di wilayah hulu Sungai Mahakam.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Barat, Rita Nursandy, sebelumnya mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan memastikan Pelabuhan Royoq telah tercantum dalam dokumen perencanaan nasional. Namun, pelaksanaan pembangunan masih menunggu keputusan dan penetapan dari Menteri Perhubungan.

"Informasinya sudah masuk dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional, tinggal menunggu penetapan resmi. Kami terus melakukan komunikasi agar prosesnya bisa dipercepat," ujar Rita di Sendawar, 23 Februari 2026.

Menurut Rita, keberadaan Pelabuhan Royoq menjadi bagian dari visi pemerintah daerah untuk memperkuat konektivitas melalui jalur Sungai Mahakam, meningkatkan efisiensi distribusi barang dan penumpang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kutai Barat dan wilayah sekitarnya.

Ia menambahkan, posisi strategis Kutai Barat yang dilintasi Sungai Mahakam menjadikan pembangunan pelabuhan sebagai kebutuhan penting. Selain mendukung angkutan logistik dan penumpang, pelabuhan juga diharapkan meningkatkan keselamatan pelayaran serta menata aktivitas bongkar muat agar lebih tertib dan terintegrasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....